Entri Populer

Showing posts with label giveaway. Show all posts
Showing posts with label giveaway. Show all posts

Monday, 4 December 2017

Belajar Bersedia Mendengarkan Anak; Review dan Giveaway buku Dear, Ayah dan Bunda karya Yenita Anggraini


 



Kehadiran anak memberi dampak berbeda-beda bagi tiap orang tua, ada yang haru, terkjeut, bingung, dan sebagainya. Satu yang pasti: kehadiran mereka membawa perubahan.

Buku ini dikemas dengan cara yang menarik. Tiap bab dibuka dengan ungkapan perasaan dari sisi anak, sejak mereka masih dalam kandungan. Kemudian, diikuti dengan penjelasan dari penulis.

Karena anak saya sudah tiga tahun setengah, pada bagian-bagian awal, saya merasa seperti sedang kilas balik. Ada beberapa hal yang saya sesali karena baru menyadari dampaknya, ada pula yang membuat saya berbangga hati karena sudah merasa melakukannya dengan sebaik mungkin.

Misalnya, saya dulu tidak IMD, hiks. Saya saat itu belum tahu kalau IMD adalah hak yang bahkan diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (hlm. 59). Atau mungkin, saat Kira lahir, peraturan yang disahkan tahun 2014 tersebut belum berlaku. Hal ini bisa menjadi dasar bagi para Ibu untuk mengomunikasikan kepada petugas kesehatan yang akan membantunya melahirkan.

Tidak hanya menunjukkan hal-hal yang akan dihadapi orang tua sejak dua garis di testpack mengumumkan kehadiran buah hati, buku ini juga memberikan solusi untuk menghadapinya. Mengapa kita mengalami morning sickness, dan bagaimana menghadapinya; apa saja yang menjadi sebab anak menangis, dan bagaimana menanganinya; pertanyaan ajaib yang sering muncul dari anak, dan bagaimana menjawabnya.

Setelah memasuki periode V (3–4 tahun), saya menemukan banyak hal yang sesuai dengan kondisi saat ini. Bagian “Kata Ayah Boleh, Kata Bunda Jangan” (hlm. 188) sering kami alami, haha. Ayah memang lebih santai, ya.
Perdebatan Ayah Bunda di depan anak tidak akan bermanfaat baginya. (hlm. 190)

Iya, kami bisa dikatakan tidak pernah bertengkar di depan anak, tapi berdebat. Saya melarang Kira makan cokelat sebelum tidur, malamnya tiba-tiba saya mendapati dia sedang mengunyah cokelat.

Dan ketika saya tanya, dia akan menjawab, “Tapi..., kata Ayah boweeeh.”

Hadew. 

Ungkapan curahan hati anak membuat saya menjeda diri sebentar sebelum membaca penjelasan di bawahnya. Saya bayangkan, bila anak saya yang mengungkapkan hal tersebut. Misalnya:
“Setiap kali bertemu teman Ayah Bunda, kalian selalu memintaku menyalami mereka. Bahkan, tidak jarang Ayah Bunda menyuruhku mencium pipi mereka. .... Tapi, pada orang lain yang tidak kukenal, aku tidak suka.... Bolehkah jika Ayah Bunda tidak memaksaku mencium mereka?” (hlm. 169)

Saya mengernyit, lalu mendapat gambaran ketika Kira tampak tidak suka saya minta menyalami beberapa orang. Belakangan, dia bahkan menjawab ogah-ogahan dengan kata, “Capek.”

Dan setelah membaca petikan itu, saya menjawab otomatis dalam hati: “Tentu saja boleh.”

Berikutnya adalah hal yang saya khawatirkan di masa depan, ketika Kira mulai masuk sekolah. Bagaimana jika dia diganggu? Langkah apa yang akan saya ambil?

Pada akhirnya, tiap orang tua akan memilih jalan masing-masing, sesuai dengan kondisi dan pengetahuan. Karena itu, baik untuk menimbun pengetahuan untuk kemudian disaring, mana yang sebaiknya diterapkan dan mana yang tidak.
Karena memang tidak ada orang tua yang sempurna. Yang terpenting adalah terus berusaha menemukan pilihan-pilihan terbaik sesuai dengan kemampuan, lingkungan sekitar, dan respons buah hati. (hlm. 52)

Nah, kamu bisa mulai bersiap dengan ikut giveaway buku ini. Ada satu buku Dear, Ayah dan Bunda untuk kamu yang beruntung.
Sssttt..., kalo menurut kamu masih sangat lama, buku ini pas banget untuk dijadiin kado untuk calon ibu atau pengantin baru.


Caranya gampang kok...
  1.  Like FB “Penerbit DIVA Press”.
  2. Kalau punya Instagram, follow @penerbitdivapress dan saya (opsional)
  3. Pastikan alamat kamu di Indonesia.
  4. Mari berimajinasi. Di atas, ada pertanyaan mengenai kekhawatiran saya ketika anak saya mulai masuk sekolah. Bayangkan saya sedang curhat ke kamu, saran apa yang akan kamu berikan?
  5. Tulis jawaban bersama nama dan alamat email di kolom komentar.
  6. Jawaban ditunggu sampai 10 Desember 2017. Pengumumannya Senin depan, 11 Desember 2017.
  7. Pemenangnya bakal diundi. Jadi, jawabannya santai aja, ya.
  8. Selamat berimajinasi dan semoga beruntung. (  ʃƪ)

Monday, 24 July 2017

Erstwhile; Persekutuan Sang Waktu--Ulasan dan Giveaway Plus Pengumuman Pemenang




Judul: Erstwhile; Perksekutuan Sang Waktu
Penulis: Rio Haminoto
Penerbit: Koloni 
Cetakan: 2017
Tebal: 368 halaman


Tahun 2013, Rafa berburu sebuah perkamen yang menceritakan perjalanan Picaro, seorang warga kota Paris. Yang membuat Rafa tertarik adalah karena perjalanan Picaro termasuk di Kerajaan Majapahit. Bahkan, Picaro menetap paling lama di kerajaan itu daripada tempat lainnya.

Bertekad membawa catatan itu ke Indonesia, dalam masa penyembuhannya atas perasaan terluka karena cinta, Rafa berangkat ke pelelangan.
Rupanya, perjalanan itu mengantarkannya kepada seorang penerjemah perkamen yang cantik bernama Emma Watts. Berdua, mereka masuk dalam cerita Picaro. Bukan hanya perjalanan, tetapi juga alasan dan kisah cintanya yang berusaha sekuatnya ia jaga.

***

Perjalanan Picaro, tanpa saya duga, bisa saya nikmati. Ciri fisik, keadaan alam, hingga kehidupan masyarakat yaitu cara bersosialisasi dan berdagang, disampaikan dengan apik dan mengalir.  Termasuk, sosok-sosok dalam Kerajaan Majapahit.

Gajah Mada tetap paling menonjol, tentu. Penggambaran fisik dan karakternya membuat saya bisa memaklumi kekaguman dan kesetiaan Picaro kepadanya.

“Apa yang kulakukan adalah perlu. Tidak ada satu pun yang berhak menertawakan sumpahku untuk membawa Majapahit menuju gerbang keemasan.”—p. 240

***

Saya memang tidak suka kisah cinta—tidak terlalu. Yang menarik, dua tokoh laki-laki di buku ini memiliki cara berbeda dalam hal memperjuangkan cinta.

Rafa lebih suka merasakan sensasi dengan Artjana. Mereka melakukan perjanjian untuk melakukan pertemuan 10 tahun kemudian. Sebelum 10 tahun, mereka tidak boleh saling menghubungi. Singkatnya, biar greget.

Picaro, lebih memilih mencintai Solence dalam diam selama dua tahun pertama. Dia memang kalem. Tapi begitu mendapat kesempatan, Picaro mengerahkan segala daya dan upaya untuk mendapatkan Solence.

“Mungkin inilah hukum yang tak tertulis dalam kehidupan bahwa kita akan menikah dengan orang yang sebenarnya tidak terlalu kita cintai, tetapi dapat memberikan rasa tenang dan pasti.”—p. 74

***

Jika ada yang perlu saya sampaikan ke penulis adalah mengenai pesan tertulis Rafa kepada Artjana yang diceritakan di halaman 93. Kalau tidak salah, perjanjian mereka tidak saling menghubungi, bukan? Mereka sudah melampaui berbagi sensasi hubungan seperti itu 10 tahun. (p. 63). Apakah kemudian aturannya berubah? Selain itu—ini pendapat pribadi—saya terganggu dengan kehadiran Tabby. Tapi saya rasa penulis memiliki pertimbangan tersendiri.

Selebihnya, buku ini memang nyaris komplet. Ada cinta dan pesan kemanusiaan yang disampaikan dengan halus dalam balutan sejarah.

***



Nah, nah. Saatnya Giveaway.
Caranya mudah. 
  1. Like fanspage komik koloni di facebook, atau Follow Instagram koloni publishers. Boleh salah satu aja. 
  2. Jawab pertanyaan berikut.
Kalau kamu laki-laki, kamu memilih mencintai dengan cara ala Rafa atau Picaro? Kenapa?

Kalau kamu perempuan, kamu memilih dicintai dengan cara ala Rafa atau Picaro? Kenapa?

Alasan maksimal tiga kalimat aja, ya. Biar nggak panjang.



  1. Tulis jawaban beserta nama, email, dan link like kalian di kolom komentar.
  2. GA berlangsung dari tanggal 24-30 Juli 2017. Pengumuman akan saya sampaikan tanggal 31 Juli 2017.
  3. Pastikan alamat kamu di Indonesia.
  4. Semoga beruntung. (҂'́)9

Sorry, telat banget bikin pengumumannya.

Selamat buat Irliyani



Jawaban: 

Voilaa, aku lebih milih dicintai dengan cara ala picaro lah. Setiap wanita tuh cuma butuh kepastian ya. Thats right! wanita tuh beda sama pria, gak perlu banyak cinta untuk bisa menikah, tapi yang memberi rasa nyaman, tenang, dan pasti yang cool hehe.


Buat yang lain, lanjut ikutin blogtournya di siniii, yaaa....



Friday, 9 June 2017

Sejarah Majapahit dalam Komik; Blogtour dan PENGUMUMAN Pemenang Giveaway


“Bahkan iblis sekalipun berhak mendapatkan kejayaan dan penghargaan atas jerih payahnya….”





Saya tidak suka sejarah. Bagi saya, menghafal nama, tempat, dan terutama tanggal secara tepat adalah hal yang membuat pusing.

Tapi, saya suka komik. Segala jenis komik saya coba baca. Kadang, gambar memang memiliki kekuatan yang lebih besar dari kata-kata. Sebagai editor yang berkutat dengan huruf demi huruf, komik menjadi alternatif menyenangkan dari sisi visual.

Komik Dharmaputra Winehsuka ini bercerita tentang pasukan elite pelindung Raja Majapahit. Kisah ini dibuka ketika Prabu Jayanegara menggantikan ayahnya, Sanggramawijaya. Dharmaputra Winehsuka yang terdiri dari tujuh orang: Yuyu, Wedeng, Banyak, Pangsa, Tanca, Semi dan pemimpinnya, Kuti, memiliki sumpah “Satya Bela Bakti Prabu”. Artinya, mereka bersumpah akan melindungi raja dengan taruhan nyawa.

Masalahnya….

“Di setiap masa selalu saja ada pemimpin bodoh… Si Dungu yang sangat beruntung bisa menjadi raja.”

Prabu Jayanegara dikenal dengan ketidakmampuannya memerintah, membuat rakyat Majapahit sengsara.

Semi sudah lama menunjukkan rasa tidak suka melihat raja yang sangat menyedihkan. Baginya, raja seperti itu tidak pantas dibela sampai mati. Namun, bagi Kuti, bagaimanapun raja mereka, merupakan simbol yang memang harus dilindungi, bahkan dengan taruhan nyawa.

Ra Semi dan Ra Kuti

Bisikan Senopati Halayudha pada Prabu Jayawijaya membuat pertentangan dua sahabat tersebut semakin meruncing. Semi dan Kuti, dua terkuat dari Pasukan Dharmaputra, akhirnya harus saling bertempur, mempertahankan keyakinan masing-masing.
***

Meskipun tidak menyukai sejarah, kisah Pemberontakan Nambi sudah pernah saya baca. Menurut saya, meskipun berpusat pada kisah pasukan Dharmaputra, komik ini bisa mewakili kisah sejarah yang terjadi pada masa itu.

Beberapa kali membaca komik lokal dengan tema laga, saya cukup terkejut melihat gambar Alex Irzaqi. Rasanya seperti ketika membaca komik Legenda Naga, tapi dengan kisah sejarah lokal.

Ternyata, nama ini memang bukan pendatang baru. Wajar jika komik ini matang bukan hanya di gambar, melainkan juga diksi-diksi pilihannya. 

Karakter gambar tiap tokoh, didukung dengan karakter tokoh itu sendiri. Misalnya, Tanca yang seorang tabib, dan Pangsa yang rada-rada oon.

Dan ending-nya. Saya tidak terpikir jika penulisnya akan mengakhiri komik ini dengan ending demikian.

***




Ada dua komik Dharmaputra Winehsuka karya Alex Irzaqi untuk satu orang pemenang.

Dua komik ini isinya sama. Hanya saja, menggunakan kertas dan cetakan yang berbeda. Buku lamanya (kover warna), memiliki gambar yang sudah mendapat efek tambahan. Sementara versi cetak yang terbaru, lebih menampilkan kekuatan sketsa asli dari kreatornya. 


Sebelah kiri kover lama; sebelah kanan kover baru.



Caranya mudah.
  1. Like fanspage komik koloni di facebook.
  2. Follow Instagram koloni publishers.
  3. Jawab pertanyaan berikut.
Jika menjadi anggota pasukan elite Dhamaputra Winehsuka, kalian akan memilih seperti Kuti atau Semi?
Alasannya jangan lebih dari 3 kalimat, ya. Singkat saja.


  1. Tulis jawaban beserta nama, email, dan link like kalian di kolom komentar.
  2. GA berlangsung dari tanggal 9-13 Juni 2017. Pengumuman akan saya sampaikan tanggal 14 Juni 2017.
  3. Semoga beruntung. (҂'́)9


Monday, 30 January 2017

Pengumuman Pemenang Giveaway buku Dark Romance karya Zephyr

Selamat hari Senin...

Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada semua yang sudah meluangkan waktu untuk ikutan giveaway #DarkRomanceGA ini.

Betewe, di tengah jalan, salah satu kawan cerita kalau dia kesulitan ngopi link share. Jadi saya suruh kasih akunnya aja. Nggak masalah. 

Sebenernya, ada ketentuan yang sepertinya terlewat oleh beberapa kawan. Mengenai batasan maksimal alasan jawaban, yaitu: 3 kalimat. 

Jadi, setelah membaca dengan saksama jawaban kawan-kawan, kami (lah, ternyata jurinya rame~~~ :D) memilih jawaban berikut:



Di mata saya, meski cinta itu kadang tak direstui
tak ada alasan untuk tidak memperjuangkannya. 


Sebab jodoh itu adalah manifestasi dari perjuangan 
dua orang yang sama-sama saling mencintai. 

Cinta yang tidak diperjuangkan, adalah cinta yang tidak akan dimenangkan.




Selamat kepada:




Buat yang lain, masih ada kesempatan di tiga blog berikutnya.


Pekan 2 (30 Jan - 5 Feb): pinksreview.wordpress.com
Pekan 3 (6 - 12 Feb): irbatko.wordpress.com
Pekan 4 (13 - 19 Feb): romanitamore.blogspot.co.id


Jangan menyerah....
(ˆˆ) 

Monday, 23 January 2017

Semacam LDR yang Beneran Jauh—(Review dan Giveaway buku Dark Romance karya Zephyr)


“Cinta bukan sesuatu yang bisa kau paksakan.”—p. 83


Seperti diketahui—oleh diri saya sendiri—saya jarang baca romance. Dan jarang tertarik sama cerita fantasi. Tapi, ketika buku ini sudah matang dari penggorengan selesai cetak, saya jadi tertarik menjadi salah satu yang mereview.
Alkisah....
“Di bawah naungan Freya—dewi kesuburan—Kerajaan Asyre yang agung ini berdiri. Tiga bangsa terbesar penghuni Kerajaan Asyre hidup berdampingan dalam damai. Bangsa devoile yang membawa sifat-sifat kegelapan dalam darah hitam mereka, bangsa fyriel dengan kebaikan berpendar dalam cahaya tubuh mereka, dan yang terakhir bangsa manusia—membawa kegelapan sekaligus cahaya di hati yang tersembunyi dalam tubuh lemah mereka.
“Namun kedamaian itu tak bertahan lama ketika seorang anak manusia bernama Hayden menemukan sebuah tambang legenda—Escudo. Senjata yang ditempa dari kristal Escudo sanggup membunuh bangsa devoile yang konon tak mempan serangan senjata apa pun….”—p. 9

Faye adalah seorang gadis bangsa fyriel yang lemah, terlihat dari pendar di sekitar tubuhnya. Tapi, ia telah membuat Kyrion, anak panglima perang kerajaan, jatuh hati. Meskipun demikian, Faye merasa tidak mencintai Kyrion. Apalagi, ada sahabatnya yang sejak lama terang-terangan mencintai pemuda itu.
Menjalani kisah gantung antara kakak-adik-zone dan cinta segitiga, Faye menjalani hidupnya tanpa terburu-buru.
Perubahan tempo dalam hidup Faye mulai terjadi ketika ia bertemu dengan seorang bangsa devoile bernama Eugene. Bukan sembarangan pemuda, Eugene adalah putra mahkota.
Meskipun saling tertarik, keduanya sadar mereka akan menjalani semacam LDR. Dan jarak di antara mereka bukan sekadar jarak. Kedua bangsa mereka bahkan masih saja berselisih. Bagaimana mereka menghadapinya?
Seperti dibilang di blurb buku ini, rasa tertarik keduanya dimulai karena rasa penasaran. Seharusnya, jika saling bersentuhan bangsa fyriel dan bangsa devoile akan saling menyakiti. Tapi, hal tersebut tidak berlaku bagi mereka berdua. Bagaimana bisa?
Jawabannya ada. Buku ini nggak menyisakan tanda tanya. Yang menarik justru ending-nya yang tak terduga. 
***
Tiga bintang untuk buku ini.
Judul: Dark Romance
Penulis: Zephyr
Penerbit: Senja
Tebal: 204 halaman
Tahun Terbit: Januari 2017
ISBN: 9786023913268
***
Nah, saatnya giveaway. Akan ada satu buku Dark Romance untuk kamu yang beruntung.
Caranya nggak ribet, kok.
  1. Kudu follow Twitter @divapress01 atau like FB Penerbit DIVA Press.
  2. Jawab pertanyaan ini: Menurut kamu, cinta tak direstui perlu diperjuangkan atau ditinggalkan? Berikan alasan dalam maksimal tiga kalimat.
  3. Share link giveaway ini melalui media sosial kalian (nggak harus Twitter) dengan hashtag #DarkRomanceGA (boleh mention saya di @muhajjah_)
  4. Tulis nama, link share, alamat email, dan jawaban pada kolom komentar di bawah.
  5. Pastikan alamat kamu di Indonesia.
  6. Jawaban ditunggu satu minggu dari sekarang. Pengumumannya Senin depan, 30 Januari 2017. 

Jangan lupa pantengin terus perjalanan GA buku ini di blog-blog selanjutnya.


Pekan 2 (30 Jan - 5 Feb): pinksreview.wordpress.com
Pekan 3 (6 - 12 Feb): irbatko.wordpress.com
Pekan 4 (13 - 19 Feb): romanitamore.blogspot.co.id

Nah, semoga beruntung. (  ʃƪ)

Monday, 29 August 2016

Pengumuman Pemenang Giveaway Kesetiaan Mr. X

Senang membaca jawaban teman-teman yang sudah ikut giveaway ini. Dan saya sempat bingung menentukan pemenang. Setelah menatap kaca benggala *halah* akhirnya saya memilih:


Eni Lestari


ternyata kalau tahu kuncinya, tahu rahasianya,gampang kok mengerjakan soal yang kelihatan rumit. 
Nah, menurutku itu intinya belajar matematika, yaitu untuk membantu kita belajar menguak persoalan dengan pedoman sesuatu yang sudah ada



Selamat kepada pemenang terpilih. Kamu berhak mendapatkan satu eksemplar buku Kesetiaan Mr. X karya Keigo Higashino terbitan Gramedia. 

Bagi yang belum beruntung, terima kasih banyak sudah ikut menjawab. Tunggu giveaway selanjutnya, ya...!

Maaf kalo selama proses blogtour ada kesalahan atau keterlambatan. 

Terima kasih.

(^0^)/

Wednesday, 24 August 2016

Kesetiaan Mr. X [Ulasan dan Giveaway]




Judul: Kesetiaan Mr. X
Penulis: Keigo Higashino
Penerbit: Gramedia
Tebal: 320 halaman
Tahun Terbit: 2016



Ishigami guru SMA biasa. Dengan perawakan nyaris bulat dan mata sipit, ia tidak bisa dibilang menarik. Tapi, dia merasa tertarik dengan tetangganya, janda beranak satu bernama Yasuko. Agar dapat melihat Yasuko, Ishigami selalu membeli bento di tempat wanita itu bekerja. Selama ini begitu saja, dan Ishigami sudah bahagia.

Suatu ketika, Yasuko kedatangan Togashi, mantan suaminya yang masih menempelinya demi memperoleh uang. Pindah tempat beberapa kali, Yasuko dan putrinya, Misato, tetap berhasil ditemukan Togashi. Tak tahan lagi, terjadilah peristiwa itu.
Dan Ishigami muncul, menawarkan bantuan untuk membebaskan Yasuko dan Misato dari belitan perkara pembunuhan.

Yasuko pun teringat cerita Sayoko, guru matematika ini sepertinya tertarik padanya …. Andai tidak mendengar cerita ini sebelumnya, yasuko pasti akan meragukan nyali Ishigami.—p. 39

Yasuko dan Misato cukup mengikuti instruksi Ishigami. Dan sejauh ini tampaknya berhasil. Alibi ibu dan anak itu memang meragukan, tapi mereka juga tidak berubah status dari “tersangka”. Polisi tidak berhasil menemukan bukti yang bisa membuat mereka ditangkap tapi juga tidak ingin melepaskan perhatian dari keduanya.

Hingga kemudian muncul Yukawa. Bisa dibilang, Yukawa adalah teman Ishigami. Keduanya sama-sama genius, tapi beda bidang. Yukawa fisika dan Ishigami matematika. Keduanya mencintai masing-masing bidang, tapi seperti yang kita semua tahu: cinta saja sering tidak cukup.

Mereka hanya ingin meneliti kajian kesukaan masing-masing tanpa perlu direpotkan oleh hal lain. Tapi kenyataannya, keinginan itu berbenturan dengan berbagai kepentingan dalam kehidupan, dan mereka berusaha menghadapinya dengan cara sendiri-sendiri.

Terdesak oleh perubahan drastis dalam kehidupannya, Ishigami memilih menukar semua kemampuan yang seharusnya bisa membawanya menjadi dosen demi makanan.—p. 97

Yukawa adalah kawan dengan kemampuan berpikir yang sepadan dengan Ishigami. Tapi, itu juga berarti Yukawa adalah lawan yang berat. Begitu mengetahui polisi yang bertugas mengungkap pembunuhan Togashi sering berbincang dengan Yukawa, Ishigashi bisa menerka bahwa soal yang dibuatnya untuk polisi bisa jadi dipecahkan oleh Yukawa.

Belum lagi, ada kehadiran Kudo yang jelas-jelas terlihat tertarik dan berhasil menarik perhatian Yusako. Apakah Ishigami merelakan Yusako dengan laki-laki lain setelah semua yang dia lakukan, atau dia akan melakukan tindakan lain yang lebih mengejutkan?

Pertanyaan terbesar adalah:
Bagaimana Ishigami memindahkan mayat Togashi dari apartemen mereka ke pinggir sungai yang berjarak puluhan kilometer?
Tanpa mobil.
Tanpa menarik perhatian banyak orang?


Ketika berhasil mengetahui semuanya, Yukawa hanya berkata, 
“Begitu…”, lalu menundukkan kepala dan terdiam. 

Terlalu terkejut untuk berkata-kata. Saya juga. 


Ketika sebagai pembaca mengetahui apa yang dilakukan Ishigami untuk menyingkirkan mayat itu, saya juga ingin berkata seperti Yukawa:

"Anda tidak tahu apa-apa tentang dirinya: betapa dia mencintai Anda dan tentang kerelaannya mengorbankan seluruh kehidupannya demi Anda."

***

Meski berisi pembunuhan, bagi saya, dasar kisah dalam buku ini adalah cinta.
Salah satu jenis cinta yang tak terduga. 


"Kadang demi menolong seseorang, yang harus kita lakukan hanyalah hadir di tempat itu."

***

Matematika dan Gunanya dalam Kehidupan Nyata

Semasa sekolah, salah seorang kawan pernah bertanya kepada guru matematika kami. Kira-kira begini:

“Untuk apa mempelajari rumus-rumus ini, Bu? Toh nggak bisa digunakan di kehidupan nyata.”

Saya tersentak karena keberaniannya bertanya.
Guru saya tersentak—mungkin karena tak pernah terbayangkan salah satu muridnya mengajukan pertanyaan seperti itu.

Di buku ini, Ishigami juga mendapatkan pertanyaan serupa:

“Apa sih gunanya hitungan diferensial dan integral? Buang-buang waktu saja!”—p. 129

“Untuk apa seseorang belajar matematika?”—p. 130

Dan ya, seperti kata Ishigami.
“Sayangnya, sedikit sekali guru yang bersedia menjawab pertanyaan sederhana itu. Tidak, mungkin justru karena mereka tidak bisa menjawabnya.”—p. 220

Guru saya tidak menjawab. Entah tidak mau atau tidak bisa.
Tapi di buku ini, Ishigami memberikan jawaban menarik kepada muridnya.

Kalau penasaran dengan jawaban Ishikawa, temukan dan baca buku ini. (づ ̄ ³)~

Atau, coba ikut giveaway.


***

Saatnya Giveaway… \('')/




Akan ada satu buku Kesetiaan Mr. X buat kamu.
Syaratnya:
1.  Pastikan kamu berdomisili di Indonesia.
2. Follow akun twitter saya (nggak harus) dan akun Gramedia.
3. Share link giveaway ini melalui media sosial kalian (nggak harus twitter) dengan hashtag #MrXBlogTour.
4. Jawab pertanyaan berikut:

Menurut kalian, untuk apa seseorang belajar rumus-rumus rumit matematika—selain tambah-kurang-kali-bagi?

5. Tulis nama, link share, alamat email, dan jawaban di kolom komentar.
6. Jawaban paling menarik yang terpilih akan jadi pemenang.
7. Giveaway ini hanya berlangsung 2 hari aja: 24 Agustus 2016-25Agustus 2016. Pengumuman pemenang serentak pada tanggal 29 Agustus 2016 bersama host yang lain.

Nah, semoga beruntung. (ʃƪ)


Tuesday, 19 May 2015

Ulasan dan Giveaway buku Senja yang Mendadak Bisu--pengumuman pemenang

Judul: Senja yang Mendadak Bisu
Penulis: Lugina W.G. dkk.
Editor: Ainini
Penerbit: de TEENS
Tahun Terbit: April 2015
Halaman: 240 halaman
Kampus Fiksi bermula dari impian Bapak Edi Akhiles untuk memanas-manasi penulis-penulis muda. Caranya adalah dengan memberi fasilitas bagi mereka. Aih, zaman saya muda dulu, mana ada pelatihan model begini. Kalopun ada, jarang, pake banget. Apalagi yang gretongan.


Nah, sejak diadakan dari tahun 2013, Kampus Fiksi sudah menelurkan banyak alumni. Yah, saya sebut menelurkan karena untuk memecah cangkangnya tetap perlu kemauan dari penulis itu sendiri. 


Iya, walaupun kamyu-kamyu *mendadak unyu* ikut acara pelatihan menulis 1000x kalo nggak ada tekad ya percuma. *ambil cermin*

Dalam rangka ultah KF kedua ini, peserta untuk kumcer diperluas dengan peserta dari KF, baik reguler maupun roadshow. Jadi, pesertanya lebih banyak....

Beberapa cerpen dengan cepat dieliminasi. Banyak faktor, terutama ketidaksesuaian dengan tema. Beberapa lagi..., tim juri butuh diskusi dan debat, mana yang masuk dan mana yang nggak.



Pembaca dapat menemukan beragam pesona budaya di Indonesia dalam buku ini. Dan mungkin kemudian akan memilih salah satunya sebagai cerita favorit. 

Saya sendiri suka dengan cerpen “Rambu Solo untuk Ambe”—tentang pengorbanan dan adat. Dari judulnya sudah bisa ditebak, kan? Tentang perjuangan seorang anak untuk mengadakan upacara rambu solo bagi ayahnya. Tapi nggak jadi favorit kalo nggak ada apa-apanya. Kalo dikasih tau di sini ya nggak seru lagi, atuh... XD

Meskipun, tetap cerita “Iki Palek” yang paling meninggalkan kesan pedih setelah membacanya sehingga saya pilih untuk mengedit paling akhir. Cerpen ini berhasil membuat saya merasakan pedihnya kehilangan. 

Yosani sudah kehilangan hampir semua anggota keluarganya. Demikian pula dengan jari-jarinya. Iya, setiap kehilangan salah satu anggota keluarga, Yosani harus memenggal sebuah ruas jarinya. Hingga tersisa satu jari, kelingking kirinya.



Yosani menguatkan hati sekali lagi. Kapak di tangannya sudah mengacung di udara. .... Dan sekali ayunan, ruas jari kelingkingnya menghilang. Darah banjir di sekitar. Merah seperti biji saga. Ia meringis kesakitan.—p. 47


Pas baca bagian itu, ngilu. Tapi ternyata itu belum seberapa dibanding baca ending-nya. Ish, sebel. 

Kalau ingin mengenal budaya Lampung, kalian bisa berkunjung ke cerpen “Pi’il Pesenggiri” yang menunjukkannya dengan baik.


“Api ubat malu, Indung?”
“Mati, Anakku.”—p. 139

Karena berasal dari Lampung, saya bisa membayangkan bagaimana sulitnya memperjuangkan kisah cinta di antara aturan adat. Dan cerpen ini mungkin bisa membuka pola pikir para pejuang cinta.

Dari negara Tiongkok, ada kisah “Tentang A Fen”, “Jangan Sebut Dia Singkek”, dan “Malam Ketiga Belas Setelah Tahun Baru Lunar”. Keduanya tentang cinta yang manis.

Apakah melulu tentang cinta? Ah, nggak juga. Dalam “Otok” ada kisah tentang bully. Iya, mungkin tanpa disadari, kita semua pernah melakukan bullying. Sejak kecil. Jadi inget lagu “Gajah”-nya Tulus. Tapi, nggak banyak orang yang berhasil bangkit dari batu-batu yang dilempar kepadanya. Kebanyakan menerima saja hingga babak belur dan terkubur. Yah, cerpen ini mungkin akan membuka kenangan masa kecil kalian.

Mengedit naskah dengan latar budaya membuat saya memilah-milah mana yang sebaiknya di-Indonesia-kan dan mana yang dibiarkan. Salah satu naskah yang saya biarkan adalah “Penerus Klithik”. Jika ada yang hendak menilik KBBI, tentu dapat menemukan kata klitik sudah termaktub. Namun, tidak saya gunakan. Karena, rasanya tentu berbeda antara “klitik” dan “klithik”. Yang kedua lebih medok. *alasan macam apa inih?* *lalu dibegal*

Berbicara mengenai adat di Indonesia, tentu tak lepas dari hal-hal mistis. Demikian juga yang akan ditemukan pembaca dalam cerpen “Battle Tirakat”, “Gadis di Pulau Seberang”, “Kunang-Kunang Ranu Lus”, “Moksa”, “Pohon Randu Wangi”, dan “Yang Bernama Yang Tergambar Yang Berarti”. *ish, ampon judul cerpen yang paling akhir panjang beud, yak* *itu cerpen yang ending-nya langsung ngingetin saya sama lagu Nasar, tapi yang nulis dan temen-temen juri yang laen nggak ada yang tau lagu itu. *coba kalo kalian sudah baca nanti kabarin ke saya, tau nggak lagu itu... 

*oke, cukup sampai sini perkara melenceng dari tema ini* *setel dangdut biar fokus*

Buat yang suka kisah cinta yang manis-manis pedih *ish, istilah apa pulak inih* atau pedih-pedih manis *sama aja woi!* akan kalian temukan dalam “Hikayat Terpendam Gadis Lasem”, “Kapurung”, “Pasola”, “Sarangan”, “Segenggam Mayam”, dan “Tanduk Emas”. 

Kalau sudah baca, barulah kalian paham istilah yang saya karang tadi. 
Atau, kalau sudah pernah merasakan kisah cinta yang penuh warna, mungkin langsung bisa bayangin yang saya maksud. 
Kalau yang sampe sekarang masih jomblo adem ayem ya... coba baca dulu aja, siapa tau pas nanti suatu ketika entah kapan kalian ketemu dengan cemceman, kisah di dalamnya bisa dijadiin pelajaran. 

Bahwa cinta nggak melulu manis.
Bahwa cinta lebih sering pedihnya.
Ngahahahahaha....

Sekarang, cerpen terakhir, yang jadi juara sekaligus judul buku ini, “Senja yang Mendadak Bisu”.

Cerpen ini berhasil memvisualisasikan dengan baik suasana pedesaan, hingga rasanya kita bisa mendengar suara tawa anak-anak yang berisik di sekitar balong; juga kegundahan hati Bah Kanta yang perlahan merasakan senja di desanya menjadi bisu. 
Ketika pemuda-pemuda kota mulai terlihat memburu burung caladi bawang dan ketika air kendi mulai tergandi air kemasan, Bah Kanta mungkin sudah mendapat firasat bahwa senja di desanya perlahan menjadi bisu. 
Maka, Bah Kanta mulai bergerak, berusaha melakukan pencegahan. Tapi, tak pernah Bah Kanta duga, senja bisa mendadak bisu. Secepat itu. Apa yang membuat senja Bah Kanta tiba-tiba bisu? 


Gustiiii! Bah Kanta mendekap dada kirinya dengan gigi gemeretak. Seperti ada yang meremas jantungnya kuat-kuat hingga sesak. Aliran Cisaninten yang kian susut berkelebat di benaknya. Lalu senyap. Senja tiba-tiba tak terdengar lagi.—p. 202

*Nah..., sesak Bah Kanta dengan mudah akan kita dirasakan juga oleh pembaca*

Hosh, hosh. *minum dulu*

Okeh, itu aja. Kalo mau dibahas satu-satu semua cerpen di dalemnya, nanti ulasan ini malah jadi satu buku sendiri pulak. Ahahahah....

Nah, sekarang saatnya giveaway.
Akan ada satu buku Senja yang Mendadak Bisu dan satu totebag Kampus Fiksi untuk satu pemenang.

note: ini bukan saya.
makasih buat fotografer (Ayun) 'n modelnya (Winda)

Caranya gampang:
  1. Follow @divapress01 atau like fanspage Penerbit DIVA Press.
  2. Share giveaway ini ke temen-temen kamu. Bisa lewat twitter, facebook, instagram, BBM, WA, Line, e-mail, SMS, tilpun, surat, telegram.... *oke cukup*

  3. Jawab pertanyaan berikut:

Ceritain salah satu hal yang khas dari daerah kalian. Boleh makanan, permainan, tarian, ritual, dan sebagainya, yang jarang diketahui orang.

  1. Giveaway ini  berakhir pada tanggal 17 Mei 2015.
  2. Pengumuman tanggal 18 Mei 2015.
  3.  Jangan lupa ikutin blogtour selanjutnya:
    18-24 Mei 2015 di http://bibliough.blogspot.com/
    25-31 Mei 2015 di http://dionyulianto.blogspot.com/
    1-7 Juni 2015 di https://rezanufa.wordpress.com/
  4. Udah, itu ajah.


Baiklah, maafkan saya...
Kemaren saya mengalami kesulitan mendapatkan sinyal... *halah* Setelah ngetik dan nyoba berkali-kali apdet lewat HP dan gagal, saya memutuskan menunda. Maaf, ya....


(´._.`)

Setelah membaca komentar-komentar kalian, ternyata Indonesia kaya banget budaya. Tapi, karena cuma bisa milih salah satu. Saya milih jawaban Yosepri Wiranda.
Sebambangan bisa jadi alternatif kalo kamu mau nikah tapi nggak dapet restu.
Tapi, cara ini nggak recommended, deh. 
    Restu orang tua itu penting....


Nah, buat yang belum beruntung, masih ada 3 blog lagi.
Semangat....


(ˆˆ)
 
Terima kasih...  (づ ̄ ³)~

Pages