Entri Populer

Showing posts with label detektif. Show all posts
Showing posts with label detektif. Show all posts

Tuesday, 1 December 2015

Dampak Mengerikan yang Perang Berikan--Ulasan Mengail di Air Keruh karya Agatha Christie




Judul: Mengail di Air Keruh
Penulis: Agatha Christie
Penerbit: Gramedia

Dunia akan menjadi tempat yang sulit dihuni—kecuali bagi yang kuat.—Hercule Poirot

Keluarga besar Cloade terbiasa, atau dibiasakan, menggantungkan hidup mereka pada Gordon Cloade. Mereka sudah terbiasa hidup aman dan nyaman bertahun-tahun hingga suatu ketika, Gordon memutuskan menikah lagi. Saat menikah, umur Gordon adalah 62 tahun. Dan dia menikahi perempuan berusia 24 tahun bernama Rosaleen saat sedang melakukan perjalanan ke luar negeri. Wajar jika muncul anggapan bahwa Rosaleen hanya mengincar harta Gordon. Dan ketika baru dua hari tiba di London, terjadi serangan udara, rumah mereka terkena serangan udara. Seisi rumah meninggal, Gordon dan para pelayan, kecuali Rosaleen dan kakak Rosaleen yang bernama David Hunter.

Jadi, Gordon belum sempat membuat surat wasiat baru dan seketika meninggalkan anggota keluarga besarnya dalam keadaan terkatung-katung.

Secara hukum, harta itu menjadi hak Rosaleen. Hak harta itu akan kembali kepada keluarga besar Cloade jika Rosaleen mati. Tapi, dia masih muda, jadi kematian tampaknya masih akan lama sekali bertandang.
Kecuali....

Nah, wajar jika tiap-tiap anggota keluarga Cloade menginginkan kematian Rosaleen. Mereka yang terbiasa hidup nyaman tiba-tiba dipaksa mandiri. Mereka terpaksa meminta, yang tampaknya tidak sesuai dengan karakter mereka. Terbiasa menerima, memang. Tapi meminta? Nanti dulu.

Buku ini terbagi menjadi tiga bagian.

Pada awal buku mengenai waktu pertama kali kondisi keluarga Cloade didengar Poirot, dan bagaimana kemudian dia terlibat di dalamnya.

Bagian berikutnya disebut: Bagian Pertama. Bagian ini adalah kisah keluarga Cloade. Keadaan mereka yang susah setelah kematian Gordon. Ada Lynn yang baru kembali dari perang dan ibunya, Mrs, Marchmont. Ada Jeremy Cloade, seorang pengacara, dan istrinya, Frances. Ada Dokter Lionel Cloade, dan istrinya, kita sebut saja Bibi Kathie. Dan ada juga Rowley Cloade, salah satu keponakan Gordon Cloade. Kita akan diajak mengikuti seluk beluk tujuh orang ini, yang terbiasa dimanjakan Gordon Cloade dan tiba-tiba harus meminta uang kepada Rosaleen, dan kakaknya, David Hunter.

Bagian Kedua dimulai ketika Poirot kembali terlibat.

Seperti biasa, Agatha akan membuat kita terpesona dengan betapa banyaknya petunjuk yang dia sebar, seperti ranjau, tapi kita seolah buta. Yah, saya sudah baca buku ini lebih dari dua kali, jadi saya sudah tau sebagian besar kisahnya, dan itu memang mengurangi sedikit greget. Masalahnya, kok saya nggak bisa inget gimana ending-nya, ya? Sambil bertanya-tanya saya lanjutkan membaca hingga akhirnya tiba pada bagian akhir. Dan saya mengerti.

Ending ini pasti tidak dapat diterima otak saya sehingga otak saya menolak untuk menyimpannya sebagai memori. *Ngahahahahahahah* *kumat*

Tapi, sekarang akan saya ingat. Agar ketika kangen dan ingin baca ulang buku Agatha, saya tidak perlu mengambil buku ini. Ending-nya sungguh merusak. Bukan tentang kasusnya.

Tapi, tentang karakter tokoh. Seperti... melihat temanmu yang mempertahankan hubungan dengan orang yang selalu menyiksanya. Menjengkelkan. Dan jika dikatakan bahwa itu karena ada cinta yang besar di antara keduanya maka otak saya belum sampai untuk bisa menerima cinta macam itu.

Entah apa yang ingin disampaikan Agatha dengan menampilkan karakter seperti ini. Apakah terkait dengan kegelisahan Lynn bahwa jangan-jangan yang lebih mengerikan dari perang bukanlah mati terkena ranjau, melainkan pulang tapi tidak bisa lagi menjadi orang yang sama? Tidak bisa lagi merasakan kedamaian yang sama.

Saya beberapa kali mendengar, atau melihat di film, ada orang yang setelah kembali dari perang lebih suka berada dalam suasana tegang sehingga justru sulit merasa nyaman dalam suasana tenang. Akhirnya, mereka kadang justru memilih berbuat onar. Bukan demi apa-apa, hanya demi merasakan pacuan adrenalin lagi.
Apakah saat itu kondisinya memang pemulihan pascaperang sehingga Agatha menyampaikan tentang pentingnya kekuatan manusia untuk bertahan pada beberapa tempat dalam novel ini. 

Apa yang terjadi atas tumbuhan menjalar bila beringin tempatnya melilit tumbang?
Watak tidak tinggal diam. Dia bisa mengumpulkan kekuatan. Dia bisa pula membusuk. Bagaimana seseorang itu sebenarnya, baru kelihatan nyata bila dia menghadapi cobaan—apakah kita bisa bertahan atau jatuh dalam menghadapinya.—Poirot, Mengail di Air Keruh p. 234

Manusia tidak berubah. –p. 289, ucapan Poirot ini diulang pada p. 298.

Saya juga sempat berpikir, jangan-jangan, ini adalah sisipan pesan, seperti Oscar Wilde dalam Dorian Gray yang menceritakan perasaan saling suka sesama jenis, jangan-jangan Agatha ingin mengenalkan kondisi psikologis sadomasokis yang timbul dalam jiwa manusia pascaperang.
Ya..., saya tau mungkin ini kejauhan. Tapi bukan tidak mungkin, kan? *tetep*
Dan jika memang dugaan saya ini benar--kalau-kalau nanti ada yang mau riset keterkaitan tahun novel ini dibuat dengan kondisi psikologi masyarakat London saat itu--maka novel ini sepatutnya justru dapet 5 bintang.

Lalu, saya juga teringat dengan cerpenis Amerika, O. Henry. Pada salah satu cerpennya dia bercerita tentang seorang tokoh perempuan yang meminta kepada temannya yang seorang penulis menceritakan kisah nyata dengan mengubah ending-nya. Agar cerita itu lebih bermoral. Saya jadi berpikir, apakah lalu karya fiksi harus selalu menunjukkan contoh pelajaran baik bagi pembaca? Bahwa yang jahat akan kalah dan yang baik akan menang?
Jangan-jangan..., saya juga sebenarnya ingin fiksi selalu bermoral?
*Hikz*

Ini akan jadi bahasan yang ruwet. Dan sebelum saya telanjur jauh, akan saya hentikan.

Terlepas dari hal yang memenuhi otak saya terkait ending yang tidak biasa dari Agatha ini, tokoh X ini memang tidak kuat, cenderung labil, jadi ya tidak menarik. Dan saya tidak suka. *kumat lagi* Apakah tidak mungkin ada sosok seperti ini? Mungkin. Dan itu bikin makin kesel.
Mungkin perang memang mengubah banyak hal.

Saya sarankan, bagi yang belum pernah membaca buku Agatha Christie sebelumnya, jangan ambil buku ini. E..., baca yang lain masih banyak. Baru jika dirasa kurang dan masih ingin membaca tentang Poirot, buku ini bisa dijadikan pilihan. Atau, coba kalau cowok yang baca. Mungkin akan ada pandangan lain dari sisi pembaca laki-laki. 

Saya memang jatuh cinta pada Poirot, tapi otak saya tidak mau percaya pada ending-nya. Mungkin, masalah ini setara dengan yang ditanyakan salah satu tokoh kepada Poirot dalam buku ini: 
“Bisakah kita mencintai seseorang yang tidak kita percayai?”
Dan Poirot menjawab: “Sayangnya, memang bisa.”


*postingan ini disimpen buat event BBI: Baca Bareng 2015 




*Sekarang hampir jam 4 pagi. Tapi saya khawatir jika menunda, saya akan smakin kehilangan gairah untuk menulis ulasan tentang buku ini. *nguap anggun, bubuk cantik

Saturday, 7 November 2015

Jangan Rusak Citra Poirot Lebih dari Ini--Ulasan Novel The Monogram Murders karya Sophie Hannah

Saat mendengar tentang kemungkinan munculnya sebuah buku yang ingin “menghidupkan” kembali Hercule Poirot, saya sudah termasuk golongan yang kontra. Tentu saja saya pun merasa kurang dan ingin kehadiran Poirot lebih banyak lagi. Tapi, bukan berarti diceritakan oleh penulis lain.

Katanya, penulisan ini mendapat izin dari pihak keluarga Agatha. Yah, bagaimanapun prosesnya, buku ini sudah lahir. Dan, saya sudah membacanya.

Saat akan memulai, saya sempat meraba-raba, bagaimana perasaan saya nanti? Apakah bersemangat, kecewa, marah, atau malah jatuh cinta selama membaca dan setelah membaca buku ini?

Jawabannya adalah: kesel.

Kenapa?

Tulisan saya yang kacau selama proses membaca sudah saya rapikan, dan ini poin-poin yang saya ingat.

1. Karakter Poirot
Karakter Poirot yang unik-lah membuat kita eh saya jatuh cinta. Ada beberapa hal yang menjadi ciri khas Poirot. Terkait membandingkan Poirot punya Agatha dan punya Sophie, begini yang saya temukan.

- Sel-Sel Kelabu
Buku ini justru paling banyak menyebut frasa “sel-sel kelabu” yang terkenal itu. Dan hal ini justru mengurangi rasa spesialnya. Turah-turah, bahasa Jawanya. Mungkin maksudnya agar terasa Poirot-nya. Ish.

- Mata menyala hijau
Ketika menemukan hal menarik atau jawaban dari keping teka-teki, mata Poirot seolah akan menjadi menyala hijau—seperti yang biasanya disebut Hastings.
Dalam novel ini?

"Ooh." Dorcas memiringkan kepala dan menatap Poirot. "Mata Anda berubah aneh dan hijau, Sir."--p.201
..., aku menyadari sesuatu. Mata Poirot berubah semakin hijau.—p. 212

Dan masih ada lagi, cuma saya sudah nggak mau nandain halamannya.
Seperti sel-sel kelabu, penyampaian perubahan mata Poirot ini juga turah-turah.

- Cara Analisis
Saat Jennie masuk ke dalam kafe di mana Poirot minum kopi, Poirot mengira-ngira dari mana Jennie datang, gaya bicaranya, dan sebagainya. Tapi, itu pun dengan bantuan mata jeli Fee Spring. Dan yang berikutnya nggak muncul lagi kecerdasannya ini.

- Kerja Fisik
Poirot malas kalau disuruh “mengendus-endus”. Biarkan mereka yang bekerja, sementara aku berpikir. Gitu biasanya. Jadi, ketika di Hotel Bloxham ditemukan pembunuhan dan Poirot bersibuk, saya sudah berpikir, pasti habis ini Poirot diceritakan nggak mau kerja fisik. Dan itu muncul di bab berikutnya.

Kadang memang Poirot terjun langsung. Tapi..., ini nanti terkait dengan logika cerita, mayat itu ditemukan malam, dan Poirot baru melihat kondisi mayat itu paginya, bersama tuan polisi yang luar biasa, Catchpool. Kalau mendesak, atau tertarik pada kasus tertentu, Poirot memang akan terjun, dan segera.

Lagian, itu mayat tiga dibiarin nunggu pagi, emang polisi ada jam kerjanya, gitu? “Aduh, dah malam. Tunggu besok aja diurusnya. Tim forensik udah bubuk.”
*maafkan saya yang sarkas*

- Cerewet
Ada kalimat Poirot yang menarik.

“Madame, saya tidak akan bertanya apabila menurut saya hal itu tidak penting.”—p. 190

Padahal, biasanya Poirot itu akan menggunakan beberapa taktik untuk memancing omongan. Kadang dia menekan, kadang bertanya langsung, kadang mengajak berbincang hal yang seolah tidak penting. Dan kalimat itu tidak seperti Poirot yang saya kenal—bisa jadi karena kasus ini memang sebenarnya bukan untuk Poirot sama sekali sehingga kehadiran Poirot di sana pun seperti dipaksakan.

Misal, ketika di suatu bagian dalam novel ini, dia dibilang limbung saat bangun dari kursi karena kebanyakan duduk, biasanya itu bukan karena limbung. Bisa jadi dia memancing reaksi orang yang di dekatnya. Atau agar bisa berpura-pura butuh pegangan untuk membuktikan sesuatu. Apakah jika aku menekan tangannya di sebelah sini, dia akan merasa sakit? Jika tidak, berarti dia tidak pernah terluka, dan dia berbohong. *Ini misalnya panjang amat*

- Rapi dan Bersih
Poirot memang kadang sentimental, bersikap manis. Tapi, sampai melepas sarung tangan dan mengukir sebuah bunga di tanah dengan ujung kukunya? Eee..., itu siapa, ya?
Memangnya nggak ada ranting di sekitar sana? Lagian, Poirot memang kadang berbaik hati kepada orang yang jatuh cinta, tapi tidak pada perselingkuhan yang dilakukan dengan penuh kebohongan.

- Perut dan Otak
Tau minuman favorit Poirot yang sering bikin orang bingung? Sirup—itu terjemahan dari novel-novel Agatha, entah diksi aslinya dalam bahasa Inggris. Jadi, ketika di sini Poirot berkutat dengan kopi... sampai pernah dikisahkan dia minum bercangkir-cangkir kopi..., ini siapa woi? Rasanya pengen teriak gitu.
Bagi Poirot, penting apa yang dimasukkannya ke dalam perut. Karena itu akan sangat mempengaruhi bagaimana otaknya bekerja. Lupa kalimat persisnya.

- Kumis yang Dibanggakan
Kok saya nggak nemu kesombongan Poirot tentang betapa hebat kumisnya, atau betapa simetris bentuknya pada kedua sisinya.

Menurut saya, Poirot di sini timbul tenggelam. Beberapa kebiasaannya memang diceritakan Sophie, tapi bukan jiwanya. Seakan dia kadang muncul pada adegan ini, kemudian Poirot lupa ditampilkan dan hadir sebagai detektif entah siapa yang melakukan tugas sebagaimana detektif umumnya.

2. Rekan Poirot yang Lugu Lucu
Catchpool adalah kesalahan lain dalam novel ini.

Awalnya, saya kira tokoh ini untuk menggantikan Hastings, karena dia yang bercerita. Tapi, cara berceritanya buruk. Dan dia pun polisi yang diceritakan kelewat buruk.

Hastings adalah dokter veteran perang, dan pikirannya yang sering lurus-lurus aja justru membantu Poirot. Tapi, Catchpool adalah polisi Scotland Yard, maka saya teringat jangan-jangan dia setara dengan Inspektur Japp.

Tapi, saya salah. Catchpool adalah gabungan gagal antara Hastings dan Japp.

Hastings, seperti saya sebutkan, cenderung lugu. Tapi, pertentangan pikirannya dengan Poirot justru sering jadi lucu. Dan biasanya pembaca akan sepikiran dengan Hastings. Sama penasarannya dengan Hastings. Tapi, Catchpool kan polisi. Seenggaknya, seperti Japp, ada kesombongan atau keinginan untuk mempertahankan kredibilitas statusnya itu, kan?

Japp, meskipun sering minta bantuan Poirot, sering songong. Dengan mengambil tindakan atau keputusan sendiri. Tapi, Catchpool? Oy, ampun.

Dia kayak ditenteng Poirot. Polisi kok malah manut banget. Karakter apaan kali.

Ini beberapa yang saya inget:

Saat melihat mayat, Catchpool malah kabur. Hih! Diceritakan seolah dia punya trauma dengan kondisi mayat tertentu. Ya tapi nggak kabur juga kali. Dan akhirnya, mayat-mayat itu baru diurus keesokan paginya. *turut berdukacita*

Ketika sudah ketahuan kalau tiga mayat itu berasal dari desa yang sama, Catchpool nggaka ada inisiatif untuk ke desa itu dan mulai menyelidiki. Usulan itu malah datang dari Poirot. Dan apa kata si polisi ini...?

“Poirot, kau harus ikut denganku,” kataku agak putus asa. “Aku agak kebingungan dalam kasus Bloxham ini. Aku bergantung padamu.”—p. 108

Kedengarannya seperti anak kecil yang merengek minta ditemenin ke kamar mandi. Kalau nggak inget ini novel pinjeman, mungkin sudah terbanting cantik. *halah*

Dan cara investigasi dia di Desa Great Holling juga nggak banget. Tapi, masih bisa dimungkin-mungkinin, lah.

Dan ketika Poirot membuka tabir rahasia kasus, Catchpool membuka tabir ketidakbergunaannya di depan umum dengan celetukan-celetukannya.
*maafkan, saya sarkas lagi*

Catchpool ini mau dibuat gimana sama Sophie? Tolong, lah. Dia sudah dua tahun di Scotland Yard, dan sudah lima tahun jadi polisi, dan sudah sering menghadapi kematian yang mengenaskan (p.28), terus kenapa lembek begitu? Kalau Catchpool diciptakan cuma buat dijadiin bulan-bulanan biar Poirot keliatan cerdas, saya rasa ini justru penghinaan. Nggak perlu polisi sebodoh Catchpool—dan bagaimana sih dia bisa jadi polisi bagian pembunuhan dengan karakter yang begitu?—untuk menunjukkan kecerdasan Poirot.

3. Orang Inggris yang Sopan
Salah satu hal lain yang sering ditampilkan Agatha dalam buku-bukunya adalah kesopanan orang Inggris dan keterbukaan Poirot. Ini nanti akan bertentangan. Cara Poirot merayu orang Inggris--seperti Hastings--yang merasa perlu menjaga image agar berkata yang sebenarnya merupakan salah satu daya tarik buku-buku Agatha.

Tapi, di buku ini, salah satu pelayan mengungkapkan bahwa dia mendengar percakapan 2 tamu di hotelnya di depan 100 orang lain. Padahal, biasanya pelayan akan mati-matian menjaga lisan dari mengungkapkan perbuatan tidak sopannya, termasuk menguping pembicaraan. Dan di tempat yang lebih privat, Poirot akan meyakinkan bahwa merupakan hal penting baginya untuk jujur, dan hal ini tidak akan merusak citranya sebagai seorang pelayan profesional.
Gitu.

4. Psikologi Korban dan Pelaku
Salah satu yang saya ingat dari buku-buku Agatha adalah bahwa pembunuh itu sombong. Karena itu, pembunuh yang berhasil melakukan perbuatannya sekali akan memiliki kecenderungan untuk melakukannya lagi. Karena mereka memiliki kepercayaan diri yang tinggi: perbuatan mereka nggak akan ketahuan karena mereka cerdas. Di samping itu, ada keinginan untuk mengungkapkan kehebatan mereka. Jadi, mereka nggak mau ketahuan membunuh, tapi ingin diakui sudah melakukan hal yang hebat.
Karena itu, salah satu cara paling efektif adalah mengajak mereka berbicara banyak-banyak. Di antara sekian banyak obrolan, akan ada selipan petunjuk tanpa mereka sengaja.

Sejauh itu karakter pembunuh yang dipelajari Agatha, setekun dia memperhatikan ketepatan penggunaan racun dalam novelnya.
Tapi, karakter penjahat dan korban dalam novel ini nggak menarik. Sudah, gitu aja.

5. Cara Bercerita
Bisa jadi, kesalahan naskah ini berada pada: bagaimana kisah itu diceritakan. Saya tidak tahu, apakah Sophie ingin menjadi Agatha, atau ingin memakai Poirot untuk Catchpool? Yang pasti, kisah ini nggak membuat kita sepenasaran ketika membaca tulisan Agatha. 

6. Logika Cerita
Polisi menuruti Poirot (sudah saya sebutkan sebelumnya).

Mayat ditinggalkan (sudah saya sebutkan sebelumnya).

Penggeledahan
Ada satu bagian, Poirot membawa surat penggeledahan dan seorang polisi untuk memeriksa seorang saksi. Saya mulai lelah sebenernya. Biasanya, Poirot justru unggul karena dia adalah detektif, dia terlepas dari keharusan birokrasi dan dokumen-dokumen. Dia lebih bebas bergerak, dan lebih bisa dipercaya orang sebagai tempat bercerita. Daripada dengan polisi, Poirot akan lebih mudah mengorek keterangan justru karena dia nggak ribet. Dia sering membuka diri sebagai teman cerita demi mendapatkan jalan menuju fakta. Jadi, ketika di sini Poirot malah memilih jalan begitu, saya hanya bisa mengelus dada kucing yang kebetulan lewat.

Belum lagi, memang sebesar apa pengaruh Poirot kok malah dia yang repot geledah-geledah, dan bukan si Cathpool. Oh, iya, waktu itu Cathpool ceritanya lagi melakukan penyelidikan ke desa. Terkait hal ini....

Investigasi
Si Catchpool ngapain rempong sendirian berapa hari di desa, memang dia nggak punya anak buah?

Sekarat
Saat salah satu saksi di desa, Margaret Ernst, diserang dan sekarat, Poirot dan Catchpool diminta segera ke sana. Katanya, Margaret mau ketemu Cathcpool sebelum dia meninggal. Tapi, sampe sana..., mereka malah sempet-sempetnya rumpik ngobrol lama sama dokternya. Saya sudah terlalu lelah untuk berteriak, “Woi, malah pada ngobrol. Katanya orang itu sekarat.”

Logika cerita lain yang mengganjal pikiran saya ada di halaman 191. Ceritanya kan Catchpool masih di desa, jadi Poirot belum tau dong tentang info dari dia. Tapi....

“.... Apakah Anda mengenal inisial PIJ, atau mungkin PJI? Mungkin seseorang dari Grat Holling.”
Wajah Nancy pucat pasi. “Ya,” bisiknya. “Patrick James Ive. Dia Pendeta.”
“Ah! Pendeta ini, dia meninggal dengan tragis, bukan? Istrinya juga?”

Dari mana Poirot tau kalau pendeta itu meninggal dengan tragis?—kan dia detektif hebat—anggeplah begitu, walau Agatha biasanya selalu menjelaskan semua kejanggalan di akhir hingga tidak ada pertanyaan tersisa di otak pembaca. Lalu, dari mana Poirot bisa menebak..., “Istrinya juga?” Dia detektif apa cenayang? *kzl!*

Sudah, itu aja.
Buku ini membenarkan dugaan saya bahwa sebaiknya tulisan ini tidak pernah ditulis, atau diterbitkan. Sophie Hannah sepertinya sudah punya banyak karya dan dia sebenarnya tidak perlu menyeret Poirot untuk menambah eksistensinya.
Kata suami saya, mungkin dia melakukannya karena fans Poirot juga, kayak kamu.

Tapi, nggak gini caranya.

Awal membaca, saya mencoba menetralkan hati dan pikiran. Apalagi, salah satu teman yang selesai membaca buku ini duluan berkata bahwa tokoh-tokoh Agatha khas. Setelah saya jelaskan ini bukan tulisan Agatha, dia baru menyadarinya. Saya pikir, mungkin penulis ini cukup berhasil. Saya harus seneng atau sedih, ya?

Ternyata hasilnya mengecewakan. Sangat mengecewakan. Bukan hanya gagal menghadirkan Poirot kembali, novel ini juga gagal sebagai novel detektif. Saya menghargai kesukaan Sophie, misalnya suka, dengan Poirot dan Agatha, tapi tolong berhentilah menulis tentang Poirot.

Gimana kalo ada orang kayak temen saya yang baru mau mengenal karya Agatha dan justru menemukan buku ini dulu, dan nggak sadar kalo ini bukan buku tulisan Agatha.

Jangan rusak citra Poirot lebih dari ini.

Kalau kamu memang menyukai Poirot, maka berhentilah menulis tentangnya sekarang juga. Kalau kamu tidak menyukainya, apalagi.

*tulisan ini akan segera dirapikan begitu nemu PC dengan koneksi inet yang oke*

Friday, 10 April 2015

celoteh tentang Misteri Patung Garam karya Ruwi Meita



Sejak melihat tiga calon kover buku ini, saya sudah tertarik. Buku ini tentang pembunuhan, jenis kesukaan saya. Jadi, tentu saja saya ikut memilih kovernya. Ahahahahah….
Setelah terbit, saya ingin cepat-cepat punya.
Begitu melihat Mini GK, salah satu teman, janjian dengan penulisnya di facebook, saya titip ke dia. Tapi, ternyata, Mini batal ikut. Dia menyarankan agar saya ketemuan saja atau langsung pesan ke penulis, toh sama-sama di Jogja. Tapi, saya malu. Saya kan pemalu. Hyakakakakak… Bukan, sih. Saya cuma lebih suka tetiba bikin ulasan aja.

Jadi, saya titip ke teman lain yang memiliki toko buku online, Moza namanya. Nama tokonya Muzapedia kalo nggak salah.

Ternyata, dia kesulitan untuk mendapatkannya di stok gudang. Sudah habis terkirim, katanya. Jadi, dia menawarkan membelikan ke toko buku, tapi dengan diskon sesuai harga toko.
Saya sepakat. Pokoknya, saya mau segera baca. 

Setelah dapat bukunya, teman saya SMS. Demikian saya ketik ulang, persis.

Harga bukunya 49.000 diskon 15% jadi 43.000 Soalnya sya ambil 1.400

Hah? Hari gini masih ada penjual model beginih…?
Saya iyakan aja segera.

Begitu ketemu langsung, saya tanya ke dia. 

“Kamu ngambil untung Cuma segitu nggak rugi?
Nggak ngambil uang bensin? Dipotong lagi aja, Za.”

Dia cuma senyum-senyum sambil bilang. “Tadi aku sekalian ada urusan, kok.”

Aish, ampon, ya sudahlah….








Begitulah kisahnya bagaimana akhirnya buku ini bisa saya dapatkan.


Tapi, setelah membaca Prolog, saya merasa harus punya waktu khusus buat baca buku ini. Kalo disambi terlalu lama, bisa-bisa gregetnya ilang. *aish istilahnya*

Dan akhirnya, malah keduluan dua temen kerja saya. Mereka sudah selesai baca.
Sampai saat ini, saya baru separo jalan. Rehat bentar sebelum lanjut baca. Perihal kenapa saya rehat, nanti saya ceritakan di bagian ulasan lengkap buku ini. 



Tuesday, 27 August 2013

Agatha Christie: Crooked House (Buku Catatan Josephine)


Kembaliii dengan Agatha Christie.... >,<



Baiklah, setelah hampir dua tahun menghilang, saya kembali. Rupanya, meskipun tulisan saya seadanya, saya tetap butuh wahana untuk menulis. Yah..., karena facebook dan twitter kurang pas untuk tulisan-tulisan serupa ini, saya pun kembali ke blog saya yang mungkin sudah hampir jamuran ini.

 

Tapi, mulai sekarang saya akan rajin nyikat ni blog, lebih rajin ketimbang nyikat kamar mandi di rumah, biar blog ini kembali bersinar. Halah!

 

Buku inilah penanda kembalinya saya:


Buku Catatan Josephine (Crooked House)





cover baru gramedia yang cepat terganti dengan cover baru lagi

cover lama yang ada di perpus SMA, tempat gratis baca-baca karya Agatha, haghaghag... :D


Sinopsis


Keluarga Leonides adalah keluarga besar yang tinggal di sebuah rumah yang disebut Sophia Leonides sebagai crooked house. Kalau di buku versi Indonesianya, diartikan sebagai pondok kecil yang bobrok.

Nah, inilah para penghuni rumah itu.

Aristide Leonides : kakek; pebisnis yang sukses; pemilik rumah dan harta kekayaan keluarga.
Brenda : Istri muda Aristide. Beda usia mereka jauh sekali. Saat meninggal, Aristide berusia 88 tahun, sementara Brenda baru 34 tahun. :O
Edith de Haviland : adik ipar Leonides dari istri pertama.
Roger : anak laki-laki pertama, dipercaya memegang perusahaan utama oleh Aristide.
Clemency : istri Roger.
Phillip : adik Roger.
Magda : istri Phillip.
Sophia : anak pertama Philip dan Magda, pacar si pencerita, Charles Hayward.
Eustace : adik laki-laki sophia.
Josephine : bungsu, adik perempuan Sophia. 
Laurence Brown : guru privat Eustace dan Josephine.
Nannie : pengasuh anak (pembantu).

Agatha selalu memasukkan kisah romantis dalam karyanya. Begitu juga dalam kisah ini.

Aristide adalah orang tua yang sangat mencintai keluarganya. Dia tidak pelit. Memberi fasilitas yang baik bagi keluarganya. Lalu, siapa yang mungkin hendak membunuhnya?

Kematian Aristide adalah karena racun. Salah satu penghuni rumah itulah pelakunya. Masalah, siapa? Semua berpendapat, tidak masalah skandal pembunuhan yang terjadi ini, asalkan: pembunuh adalah orang yang tepat.
Maksudnya? Tentu saja orang luar, yang tidak memiliki hubungan darah langsung dengan keluarga besar Aristide. 

Bagi Sophia, sebelum kebenaran terungkap, dia tidak bersedia menikah dengan Charles. Di sinilah Charles terlibat. Dia mulai masuk ke dalam rumah itu, mengenali para tokoh lain, dan mempelajari mereka. Charles, sama seperti kita, mengira-ngira, siapa pembunuhnya?

Apakah Brenda sudah tak tahan menunggu Aristide meninggal dengan normal?
Ataukah benar Laurence membuat skandal dengan Brenda dan menyingkirkan Aristide?
Atau, salah satu anaknya? Roger yang sebenarnya tertekan karena diberi tanggung jawab besar? Philip yang selalu menyimpan rasa iri terhadap kepercayaan yang diberikan Aristide kepada Roger?
Atau, salah satu menantunya?

Atau…?

***
“…Aku tidak mengatakan bahwa lelaki tua itu seorang tiran dan suka menindas mereka—tidak. Dia memberi uang dan kebebasan pada mereka. Dia sangat mencintai keluarganya dan sebaliknya.”
“Kan tidak ada yang salah dengan hal itu?”
“Aku rasa ada. Bila anak-anak sudah tumbuh dewasa, orang tua seharusnya melepas mereka, atau memaksa mereka untuk melupakan orang tua mereka.”
***

Nah, rupanya cinta Aristide kepada keluarganya tidak menutup kemungkinan pembunuhan atas dirinya.

Kenapa diterjemahkan dengan judul: Buku Catatan Josephine? Bukan Pondok Bobrok atau sejenisnya?
Yah…, peran Josephine dalam novel ini sangat penting. Dia anak kecil (sekitar 12 tahun) yang karena kurang kegiatan (dia dan kakaknya home schooling) jadi suka mencuri-dengar dan mengamat-amati. Dan, dia mencatatnya dalam buku hitam kecil yang selalu dibawanya ke mana-mana.
Setelah terungkap Josephine mengetahui sesuatu, dimulailah usaha pembunuhan terhadap Josephine. Anak ini seharusnya memang jangan terlalu banyak bicara.

-----

Buku ini menurut saya adalah salah satu masterpiece Agatha Christie. Namun, tidak seperti karya Agatha yang lain, setelah membacanya, saya tidak perlu kembali ke halaman-halaman sebelumnya untuk mengecek kesesuaian alur cerita dengan penyelesaian karena penyelesaiannya telah jelas. Jelas-jelas bikin nyesek. :’(
Lagi, Agatha maen psikologi orang melalui tokoh-tokohnya. Kali ini, memang nggak ada si kepala bulat telur Poirot atau Miss “rumpi” Marple. Tapi, efeknya sama. Kita belajar tentang manusia. Ini salah satu penyebab saya suka karya Agatha. Kelogisan cerita.

Begitulah.
Beneran nggak nyesel baca buku ini, hohoho…. (^0^)

Besok-besok, saya usahakan break dengan membahas buku yang bukan Agatha dulu.
Terima kasih sudah mampir :)


Thursday, 24 November 2011

Agatha Christie: Murder in Mesopotamia (Pembunuhan di Mesopotamia)

Pembunuhan di Mesopotamia (1936)

SINOPSIS

cover seperti yang saya punya
Kasus kali ini mengambil setting di Mesopotamia. Pada sebuah sekumpulan arkeolog di sana. Cerita bermula ketika seorang suster, Suster Amy Leatheran yang sedang bimbang akan kembali ke Inggris atau menetap dulu di  daerah Timur Tengah itu. Ketika itulah datang tawaran dari Dokter Reilly. 


Dokter Reilly mempunyai seorang teman yang bernama Doktor Leidner yang sedang mencari seorang suster untuk menemani istrinya. Ketika Suster Leatheran menanyakan alasannya, mereka seolah enggan mengungkapkan alasan yang sebenarnya. Maka, suster itu mulai menebak-nebak. Apakah karena penyakit syaraf, atau narkotika, atau hal lain? Dari beberapa orang yang dijumpainya, ada pula gagasan bahwa istri doktor Leidner tidak apa-apa. Hanya mencari sensasi. Untuk mengetahui yang sebenarnya, suster itu harus menunggu agar dapat bertemu langsung dengan istri Doktor Leidner, Louise.

Ketika tiba di tempat itu, Suster itu bertemu dengan sekumpulan orang dengan hubungan yang menarik. Beberapa benci, beberapa cemburu, beberapa cinta, namun yang pasti, ada kekakuan di antara mereka. Padahal, mereka sudah satu tahun tinggal bersama. 

Sepasang suami istri Mercado. Istrinya cemburu sekali dengan Louise.
Nona Johnson yang memuja Doktor Leidner.
Richard Carey, sahabat Doktor Leidner yang tampaknya tidak bisa berdamai dengan Loise.
Pastor Lavigny yang menganggap bahwa Louise adalah wanita jahat.
Reiter, pemuda yang menjadi santapan lezat bagi Louise untuk selalu dipermainkan.
Coleman dan Emmot yang memperebutkan Sheila, anak Dokter Reilly, sekaligus juga tidak dapat menahan diri untuk tidak mengagumi Louise.
Sheila, gadis muda yang merasa seharusnya dialah yang menjadi pusat perhatian, bukan Louise yang sudah separuh baya itu.

Begitulah. Penyebab rasa cemburu yang beredar adalah karena Louise cantik sekali. Dan, pintar.
Louise menyambut baik kedatangan suster itu. Doktor Leidner merasa senang melihatnya.
 
Suster itu menyimpulkan bahwa Louise ketakutan terhadap seseorang. Namun, dia masih memerlukan waktu beberapa lama sebelum dapat memastikan apakah yang menjadi dasar ketakutan Louise itu sungguhan, imajinasi, atau buatan. Sebelum menemukan jawaban pasti, Louise terbunuh. 

Suster itu merasa sangat menyesal karena merasa telah gagal melakukan tugasnya. Namun, suaminya lebih menyesal lagi karena selama ini tidak menganggap serius ketakutan istrinya itu.


Di tengah-tengah kasus itu, kebetulan sekali, Hercule Poirot sedang berada tidak jauh dari sana. Maka mulailah Poirot melancarkan aksinya. Kali ini, dia menjadikan Suster Leatheran sebagai kaki tangannya. Namun, Poirot merasa khawatir, ya.... Dia merasa khawatir. Karena pembunuhan dapat menjadi kebiasaan. Dan sesuai prediksinya, jatuh korban kedua. Tapi, bukan Suster Leatheran, melainkan.... (hampir saja saya mengacaukan keasikan kalian membaca novel ini dengan menyebutkan nama korban kedua. Nah, sekarang sudah saya edit..., untunglah....)

Kematiannya mengerikan, karena dia menelan cairan asam korosif (HCL). Cairan yang digunakan untuk membersihkan belanga-belanga hasil penemuan penggalian. Dia terbiasa bangun tengah malam dan minum air putih. Ternyata, air itu sudah diganti dengan cairan asam dan dia sudah meminumnya. (Saya membayangkan, pasti mulut, tenggorokan, dan mungkin lambungnya, jika cairan itu sudah sampai ke sana, melepuh bahkan mungkin sebagian sudah hilang menguap. Mengerikan.) Namun saat begitu,  dia berusaha sekuat tenaga mengucapkan kata-kata terakhirnya. Anehnya, bukan nama pembunuhnya yang dia sebutkan, melainkan, "jendela... jendela...."

***

cover lama...

cover terbaru











Novel Agatha yang ini menarik. Bagi saya, kebanyakan karyanya yang ada Poirot pasti menarik, sih. Kali ini, saya membuat sinopsis salah satu novel Agatha yang saya miliki. Saya baru punya empat dari total sekitar delapan puluh karya Agatha Christie... (T_T). Sehingga, rincian namanya sedikit lebih baik. Demikian pula saya harap dengan penyampaian sinopsis cerita novel itu. Semoga sudah lebih baik.

Beberapa hari ini, tidak ada waktu untuk menulis di blog, kalopun ada waktu luang, saya gunakan untuk mengejar target tulisan saya sendiri. Semoga bisa selesai tepat waktu. Namun karena sudah beberapa hari absen, saya berusaha menebusnya hari ini. Bukan dengan intermezo berupa lirik lagu. Tapi, kembali menulis sinopsis buku versi saya.

Semoga bermanfaat.
Nah, terima kasih sudah mampir... (>.<")//

Thursday, 17 November 2011

Agatha Christie: Dumb Witness (Saksi Bisu)

Saksi Bisu (1937)

SINOPSIS 

Hercule Poirot kembali beraksi...!! Kasus kali ini mungkin sudah sangat umum. Pembunuhan seorang nenek demi mendapatkan harta warisan. Untungnya, wanita itu sempat menulis surat pada Hercule Poirot. Tapi sayang, sampainya dua bulan kemudian (?). Meskipun ada kemungkinan wanita tersebut meninggal secara wajar, Poirot tetap menyanggupi permintaan dari almarhumah. Hal ini dilakukan Poirot semata-mata demi memenuhi rasa ingin tahunya.

Wanita yang mengirim surat itu adalah seorang perawan tua bernama Nona Emily Arundell. Dia memiliki tiga keponakan yang akan mewarisi seluruh kekayaannya. Tetapi ketika wanita ini mati, ternyata semua hartanya diwariskan kepada pelayannya, Nona Wilhelmina Lawson. Hal ini tentu saja mengejutkan semua pihak.

Tiga orang keponakan yang tidak mendapatkan apa-apa terpaksa menerima keadaaan tersebut karena mereka tidak dapat menggugat secara hukum. Tugas Hercule Poirot adalah mengetahui motif pembunuhan dan pelakunya. Masing-masing keponakan itu memiliki alasan yang cukup kuat untuk melakukan pembunuhan.

Bersama sahabatnya, Kapten Hastings, Poirot rela melakukan penyelidikan berkeliling. Tidak cukup dengan duduk dan menggunakan sel-sel kelabu yang dibanggakannya itu. Poirot menanyai orang-orang yang terlibat, menyelidiki kemungkinan penyebab kematian nenek itu. Kapten Hastings yang hidupnya cenderung selalu lurus beberapa kali harus memarahi Poirot. Karena, Poirot melakukan hal-hal yang menurut Kapten Hastings tidak sopan seperti berbohong (yang dilakukan lebih dari satu kali oleh Poirot) dan menguping.

***

cover lama Saksi Bisu

Cover buku Saksi Bisu setelah di sebelah
Saya tidak menemukan cover terbaru (yang putih) terbitan Gramedia itu. Dalam kedua cover ini, ada dua gambar yang tetap dipertahankan. Mungkin itu mengandung arti tertentu.... (^-^)
Saya juga sudah lupa. Saya harap nanti ketika membaca lagi saya dapat mengingatnya.


Saat pertama kali membaca buku ini saya kurang tertarik karena terlalu berbelit-belit. Selain itu, jalan yang harus diambil Poirot untuk mengetahui pembunuhnya terlalu panjang, tidak seperti biasanya. Namun, hal tersebut memang ada alasannya: tidak ada bukti. Dan, dia harus hati-hati karena ada kemungkinan pembunuhnya akan melakukan pembunuhan lagi. 

Dalam novel ini, Agatha Christie menunjukkan bahwa mulai terjadi masa transisi di Inggris. Dari generasi tua yang kolot ke generasi muda yang bebas.

Selamat membaca.
(>.<)/

Monday, 14 November 2011

Agatha Christie: Rumah Gema (The Hollow)

Rumah Gema (1946)


Rumah gema menceritakan mengenai cinta: patah hati, perasaan mencintai, cemburu, dan amarah. Lalu ada pula persahabatan, jika bisa disebut demikian. Korban yang "dipilih" Agatha Christie kali ini adalah seorang dokter. Tertembak.Siapa, mengapa, dan bagaimana merupakan hal yang cukup membingungkan selama kita mengikuti alur ceritanya. Seolah-olah, semua orang mungkin sekali menjadi pelakunya. Hercule Poirot pun merasa pusing dan ia tetap merasa ada drama dalam pembunuhan itu. 

Sinopsis:

Seorang dokter, John, erusia 40-an: tampan, pintar, dan ramah pada orang-orang (terutama pada pasien-pasiennya). Dokter ini mempesona setidaknya tiga wanita yang sama-sama mencintainya dengan cara berbeda-beda.

Yang pertama adalah istrinya, Gerda. Wanita ini lebih tepat dikatakan lebih dari sekedar mencintai. Gerda memuja suaminya seolah suaminya adalah manusia paling sempurna di dunia. Dan, laki-laki itu telah memilih dirinya menjadi istrinya. "Betapa beruntungnya aku," begitulah pikirnya selalu. Sehingga, dia selalu menerima perlakuan John meskipun kadang kasar (dalam ucapan). Orangnya lamban dan cenderung dianggap bodoh. Meskipun sebenarnya, dia yang memilih dianggap demikian.

Yang kedua adalah selingkuhan John, Henrietta, seorang pematung berbakat. Rasa cintanya kepada John, meskipun sangat dalam, tetap ditunjukkannya dengan sikap yang tegas. Hal ini sering membuat John merasa dirinya bukan yang nomor satu bagi Henrietta. Tapi, sikap itu pula yang mebuat John tetap mencintai Henrietta.

Yang ketiga adalah (sorry, lupa namanya siapa-di buku catatan saya, saya kosongkan), seorang artis cantik. Mantan kekasih John sekitar lima belas tahun yang lalu. Kecantikannya itu disertai dengan keegoisan untuk memperoleh segala yang dia inginkan, termasuk John.

Tragedi itu terjadi ketiga keempat tokoh tersebut (dan beberapa tokoh lain tentu) sedang bertemu di sebuah rumah peristirahatan. Perselingkuhan John dan Henrietta selama ini tertutupi dengan baik. Namun, berbeda dengan artis cantik tersebut. Dia dengan sengaja telah menunjukkan pesonanya dan menunjukkan bahwa dia "menginginkan" John kembali. Sayangnya, meskipun sempat terpesona dan melakukan pertemuan, dr. John menolak artis cantik tersebut. Hal ini membuat sang artis murka. 

Keesokan harinya, dr. John tertembak. di tepi kolam renang rumah peristirahatan tersebut. Dia diketemukan sebelum mati. Dan sebelum mati, dr. John menatap salah satu wanita yang dicintainya dan menyebut namanya, "Henrietta...".

***


cover sebelum terbaru.
Sebenarnya, saya kurang suka gambar Poirot di sini.
Dia terlihat terlalu kurus dan kurang imut. :)

ini cover sebelum yang di sebelah.
cover terbarunya, g dapet.... :(











Sedikitnya, sudah tiga kali saya membaca buku ini. Seringnya, karena saya sudah lupa bahwa saya sudah pernah meminjamnya. Saat saya mulai membaca buku ini kemarin, sebenarnya saja jadi agak tidak bernafsu karena sepertinya saya sudah begitu hafal dengan detail-detail kejadian di dalamnya. Tapi saya lakukan juga. Hingga tadi siang saya menyelesaikannya dengan terburu-buru karena sudah pukul sepuluh dan perpus kampus saya itu akan istirahat satu jam kemudian. Dan saya harus mendapatkan buku lagi sebelum libur. 
(Catatan ini saya tulis tanggal 20 Maret 2009. Saya lupa libur apa. yang saya maksud. Tapi kalau libur semester, berarti saat itu saya pasti kecewa, karena sebelum libur semester semua buku di kampus saya harus dikembalikan dan baru boleh dipinjam lagi ketika memasuki semester baru.)

Demikianlah. Novel ini lebih menonjolkan sisi romantisnya daripada misteri.
Tapi, tidak terlalu buruk, kok. 
Coba saja baca....

Saya harap, cara saya menulis sinopsis semakin baik.
Nah, terima kasih sudah mampir (>.<)//

Saturday, 12 November 2011

Nancy Drew: Danger by Design (Cara bermain dari awal sampai tamat)


Menyelesaikan Game Nancy Drew

Beberapa orang memilih memainkan game menggunakan cheat. Menurut saya, cheat justru akan mengurasi asyiknya bermain suatu game. Kecuali, kalau kita sudah pernah tamat dan ingin bermain ulang. Agar lebih seru, cheat bisa jadi alternatif. Tapi kalo mentok dalam suatu permainan, walktrough ini adalah alternatif yang baik, menurut saya. Meskipun tetap saja, kadang kita justru menjadi bingung karena kita bermain tidak sesuai dengan step by step dalam walktrough ini. Tapi, pada saat-saat mentok, ini sangat membantu.

Sebenarnya, saya ingin menyampaikan dalam bentuk bahasa Indonesia. Tapi karena keterbatasan, untuk sementara saya bagikan yang dalam bentuk bahasa Inggris.

Walktrough seperti ini dapat ditemukan pada situs-situs game. atau cari saja dengan kata kunci tersebut. 

Berikut ini adalah walktrough salah satu game Nancy Drew. Saya sudah pernah memainkan game ini sampai selesai. Dan, cukup menyenangkan....
cobalah... (^.^)
  
Nancy Drew: Danger by Design
By Her Interactive
Walkthrough by MaGtRo   July 2006

Gameplay:     Watch the introduction scene. CD1 is needed on the drive to play the game.  Move to the desk and click on the left book 'How to be a Detective' by Nancy Drew. Click and learn the game manipulations. There are 35 saved game slots seen on the load screen but indefinite saves can be done. The scrapbook, the brown book on the left by the window contains memorabilia, all of Nancy's previous games. Note the items on the desk from previous Nancy Drew games.
The Case Files at the center of the desk contains information about the present case. Learn about the cover and real assignment Nancy is doing at Minette's House of Design. When ready to start the game, click on the plane ticket on the right. Bon Voyage!
The senior and junior levels differ in 2 puzzles only. The junior level has the 'to do' checklist.
This walkthrough is just one order of events. You can do the visits in the order you want.


Abbesses - Minette's House of Design
Nancy arrives in an old windmill (Moulin) at Abbesses that was turned into a Minette's House of Design. Minette is throwing one of her famous tantrums.
Office:    Meet Heather McKay, Minette's senior assistant. Nancy lost her luggage and cell phone. Heather gives a Metro pass and explains your duties at the office. Answering the phone is your responsibility. There is a list of things to do on your computer. Learn about staying with Jing Jing, couture and that Minette is designing the First Lady's dress for the World Summit. There is a Zippy calling card and the case files in the tool box.
Minette's workroom:     Go and talk to Minette. Learn about Amy Grunhild (Nancy's secret employer) financing her business. Do not touch the dress form that will be used for the First Lady's dress.
Tea preparation - Minette wants you to brew her special tea. Look at and follow the instructions. Take note of the specific requirements. Nancy will ask Minette questions.
Minette's just had a tantrum and her favorite color is red. She is on a deadline and right handed (Gaviforme family). She is wearing pants today and she selected number 10. She is not humming today, so she needs tea potency rating of 7 and above. Red is her color for the day, so marshy area herbs are needed.
Take the tea from the shelf and place them on the pot over the stove: Boojum (10 potency), Breland (marsh), Callicula (Gaviforme), Fennelry (Gaviforme), Gibbering (22 potency), Hogbone (Gaviforme), Macrophylla (7 potency), Phyrigia (9 potency), Pipsweet (8 potency), Varvaine (marshy) and Yellow Buttons (Gaviforme).
Click on the teapot.
Look around the room. Check the red paint covered large gears on one wall. Read the magazine on the coffee table. The article on Minette written by Jean Michel Traquenard shows a picture of Minette in this office. Minette uses the word 'rude' to mean cool. Check-click the picture of Carol, the dress form and also see a cut off picture of Minette by the large gears. Exit the room and then get called back.
Minette wants 4 more new stuff based on the 4 items at the center podium. Take the basket and be given 195 Euros to buy things at #7 stop Pont Neuf and go to Square Du Vert Galant Park. Look at the 4 items on the podium: a blue drum, red hubcap, green pail and an orange bar stool. Hmm... They are all circular or curved.
Office:    Go to your work desk and click on the computer. Check the To Do list: Pick up the envelope from JJ Ling at Place Monge; pick up fabric photo from Dieter von Schwesterkrank at Rue du Bac and deliver them to Jean Michel Traquenard at Cafe Kiki at Hotel DeVille stop. Fix Plotter. Look at the e-mail and see the security info about the First Lady.
Check the left top drawer and see Sonny Joon's doodling, as well as Koko Kringles. He was Minette's last assistant. He sure gets around. Look at the last page to see Skard 2 - DV8 leaflet.
Fix plotter:   The  Skard 2 - DV8 leaflet states to adjust the plotter using the V vertical, H height and I ink settings. The leaflet showed 5 possible setting adjustments.
Click the 'start' panel of the plotter right of the desk. See the different settings for V, H and I. The lowest bar on each of the machine settings is the base of the bars on the DV8 leaflet. Do the first bar pattern first and see if that fixes it.
Add one bar to H to have 1 bar on V, 2 on H and 1 bar on I. Click on print. See the plotter produce a good print.
The phone rings. Answer the phone and talk to Lynn Manrique who is doing a research on Noisette Tornade. Noisette formerly owned the Moulin - windmill.
Talk to Heather. Minette likes curves. Go to the blue door and try to exit. See a mail inserted under the door. It is one of several threatening mails Minette has received. It is placed in the Dodo box. Exit the office.
Rue du Bac - Dieter von Schwesterkrank:    Take the #12 green metro line to Rue du Bac. Talk to Dieter. Now, you will learn how to print photos. Go right to the fish tank and read the binder of Dark Rm. Misc. Read the manual. Turn around and enter the dark room.
Develop films:    Look right at the set up and note where all the items are situated. It might help to make a mark on the monitor as to where the red switch, the red developing pan, the white stop bath pan and the blue fixer pan are located. The films are on the tray at the center bottom. Also, it might help to use your own watch with a second hand to time the processes or count 1001, 1002, 1003...
1. Take one of the 4 films and insert it on the top part of the enlarger on the left.
2. Turn off the light using the switch on top right. It is now dark.
3. Flip the red switch of the enlarger at bottom left. Have the enlarger light on for 2-9 seconds. Flip the switch to turn off the enlarger light.
4. Place the paper to the middle of the monitor to drop it on the developing pan for 7-12 seconds.
5. Take the paper from the developing bath and place it on the stop bath which is a little lower and right (midway from center and edge of your monitor) from the developer. Stop the process for no more that 5 seconds.
6. Take the paper and place it on the fixer pan at middle edge of your monitor for 8-15 seconds.
If correctly done, see the developed picture and it will be automatically hung to dry above the table.
Pick up the next film. Do this procedure to the other 3 films until you have 4 developed pictures.
Cheat: (Thanks, Donna!) - Work on the puzzle a bit, then flush the toilet 10xs and go back to the developing puzzle. Automatically get an envelop of developed films.
Exit the room and look around. Dieter will lend his camera. Talk to Dieter again and learn about Jean Michel and Heather's crush. Exit the room.
Hotel de Ville - Cafe Kiki - Jean Michel Traquenard:    Talk to Jean Michel. After giving him the envelope, learn about Dieter, Hugo Butterly and the world of design. Order anything on the menu or select Crème de Glace. It is ice cream with a sprig of mint on top. Continue to talk to Jean Michel.
If the Day ends:    Automatically go to #7 red line to Place Monge and rest for the night. If you want to change days, go here at JJ's place and click on the double doors.
Place Monge - Jing Jing Ling:    Talk to JJ. Learn about Dieter and fitting models. Take the envelope. Look around and read the newspaper on the dinner table about flooding in the catacombs and the one in the recycle box about fresh mint shortage. The vendors are selling them for 45 Euros per sprig. Check the Utne magazine by the phone and learn about Zu and the flooding in the catacombs. Exit the place.
Port Neuf - Square Du Vert Galant:    Take the #7 pink line to Port Neuf. Look around the park: the Cross of Lorraine in memory of French fighters, the fish water fountain on the right path, the windmill statue and the mouth statue.
Buy Minette's items:    There are 3 vendors here: Malika, the lady on the left, Marchand at the middle and Monique by the river.
The merchants allow price haggling. Select a lower price than stated but usually not the lowest or they will not budge from the original price.
Minette likes curved things and the items in her workshop were colored blue, red, green and orange. These characteristics will help in shopping.
Malika - Talk to Malika close to the Cross of Lorraine. Buy the green rings for 4 Euros.
Marchand - Talk to Marchand. Buy the blue film canister for 21 Euros.
Paint a reproduction - To earn money (15 Euros) accept to paint reproductions. Click on a paint and click on the area that has the same color on the picture. If you make a mistake, you have other chances to paint. Start with the Mona Lisa (pay attention to the whites of her eyes) and later a flowers in a vase.
Monique - Go to the tent close to the river. Buy the lava lamp for 15 euros and the orange cone for 1 euro.
The items bought are automatically placed in the basket.
Abbesses - Moulin:    Go back to the office. The phone rings answer it. It is Prudence Rutherford (Secret of Scarlet Hand fame). Tell her that it will be shipped by end of the week.
Prudence Rutherford's Ensemble:    Go to the drafts table left of Heather. Read Minette's notes to Sonny.
Click to open the book and then read the notes that Prudence included for each ensemble. Pay attention to her instructions: what is for the head, color scheme and other accessories.
Then click the model picture to remove the film. Clothing will show up on the page. Click an item and click on the model to wear it.
If correctly done, go to the next ensemble and do the same.


Summer ensemble
Cruise ensemble
Fall ensemble
Green hat, black sunglasses, pink top, green pants, pink boa, pink fuzzy slippers
Pink rabbit ears, pink rabbit mask, white fuzzy top, pineapple bag, orange Capri pants, white fuzzy boots
Blond short wig, yellow mask, long sleeved plaid shirt, black bag, white long pants, green boots
Talk to Heather and learn that she is already a fashion designer. Nancy gives JJ's envelope.
Minette's workroom:    Try to talk to Minette. She is too preoccupied with online games.
Office:    Go back out and talk to Heather. Play the online game, eh...
Jane's Game Portal - Use the computer and click on Jane's Game Portal at top right.
It wants a login name and password. Check Sonny's doodling at top left drawer and see on the third page a monitor drawing with the name and password.
Login is Carol and password is rude.
Check the question mark of the Model Match game to learn how to play. Place 3 pictures of a model in a row either horizontally or vertically. Added points taken if there are 4 or more in a row. Click on the 'mix it up'  if a new selection of pictures are needed.
Open high scores and see that you need to beat 1000 points. Carol has 450 points.
This is a timed puzzle. Let's begin.
When you win, Nancy will say 'All Right'. Click 'back' button to go to menu and then hear Minette scream that she did it.
Minette's workroom:    Minette will call for you to her office. Automatically show her the items bought at the flea market. Exit the office and hear Minette demand JJ for a fitting.
Place Monge - Jing Jing Ling:    Talk to JJ. You can play hangman or not. Finally, she will go to Minette's if you bake the cookies. But there are no mint and no brown sugar.
Cookie preparation - Go to Port Neuf - Square Du Vert Galant.
Go to Malika and see that she has mint. She is selling it for 50 Euros. The price is too high. You can buy it or Wait! Remember where we saw a sprig of mint. We'll do that later.
Go to Marchand and buy the Food Substitution Book.
Go to Hotel DeVille and talk to Jean Michel. Ask to order food and then select Crème de Glace. Take the mint.
Go back to JJ's place.
Bake cookies - Read the food substitution book and see that you need 1/2 c of white sugar and 1 tsp of molasses in place of 1/2 c of brown sugar. Go to the pantry cabinet right of the stove and take molasses. See Electrical engineering books. Wonder why she has these books.
Place the molasses at center part of the island behind the measuring spoons. Place the mint on the chopping board on the right and it will be automatically chopped. Now, you're ready to start.
Add the ingredients as stated by the recipe. Use an additional 1/2 c of white sugar and 1 tsp of molasses in place of 1/2 c of brown sugar.
When done, click the cookie sheet at top left and the cookie dough will be automatically be placed there. The cookies will be baked and taken out automatically. The cookies' sides should curl up.
Get a call from JJ and she will ask you to describe the cookies. When JJ is satisfied, she will proceed to the shop.
Abbesses - Moulin:    Go back to the shop. Answer the phone and hear a man with a German accent ask for Minette. Insist on her being unavailable. Later, he will either hang up on you or hang up when you go to Minette's door with the Do not disturb sign.
Dodo bird box - Since no one is around, open the Dodo box.
The aim is to get the Dodo bird to the highlighted squares and safely to the bottom right without being cornered by the 3 predators: eagle, wolf and man.
The small white dots are separations that prevent movement to the next square.
The bottom left blue dots-arrows are used to move the Dodo bird. The center button resets the puzzle.


Junior game

senior game

Press the button and the box opens. Read the different mails and Nancy will note that the purple one is different than the others. Close the box.
 Look at Heather's fashion portfolio on her desk. Check the pink paper hanging on your desk shelf. Heather wants a stuffed parrot.
Port Neuf - Square Du Vert Galant:    Go to Marchand and see Dieter on the bench. He runs away when Nancy calls out to him. Pick up the small clock and the newspaper clipping about Noisette Tornade. Read the obituary of Noisette. Go back to Marchand and buy the parrot for 5 Euros.
Abbesses:    Go back to the office and hear Minette scream. Ugh! The things we do...
Catch the cockroaches - Take the cover of the chocolate box. Look around for cockroaches and immediately click the hand cursor on it.
There are 9 cockroaches. Check the area by the large gears, by the red sofa and under the dress form platform.
A cockroach runs around on the computer table. Look at the paper on the  computer table. It is a font selection from Heather. So Heather sent the purple threatening mail.
One of the cockroaches runs around the area between the the dress form platform and the computer table. When clicked on, Nancy will follow it behind the boxes and see a letter from the researcher to Minette. Read the letter and see Lynn's phone number.
Once all 9 cockroaches are caught, go to the door and talk to Minette. 1, 2, 3, 4.... There she goes.
Exit the room. Now that we saw the obituary, use the phone to call Lynn, the researcher to learn more about Noisette.
Call Lynn Manrique - Go to the phone and call Zippy calling card number. Then dial Lynn's number.
Learn about Noisette's life during the war, immediately after the war and her tenure as Public Works head.
Her last words were red left... green.
If the Day ends: The next day, read the newspaper.
Port Neuf - Square Du Vert Galant:   Take the cockroaches-chocolate box out of the inventory and click anywhere in the park. Bye bye.
Rue du Bac - Dieter von Schwesterkrank:    Talk to Dieter through the closed door of the dark room. Hmm...
Stock pictures - Talk to Dieter second time and he will ask that you help take stock pictures. Take the list on the table. It is in French. We need to translate it.
Cuckoo puzzle - Go to the fish tank and pan right to see a hole on the wall. Look at the small clock in inventory and note that 3 is encircled.
Insert the small clock on the hole. See nine small clocks.
The aim of the puzzle is to have 3 encircled on all 9 clocks. Turn the clock to highlight 3. When correctly done, see the panel opens to a secret passage.
Study which clock affects what clock(s). From there, you turn the one that affects the most clocks first and end with ones that do not affect any other clocks.
Junior mode: Clock 1 affects clocks 2 & 4. Clock 3 affects 6 & 9. Clock 4 affects 7. Clock 8 affects 1 & 3. Clocks 2, 6 & 9 do not affect any other clocks.
Senior mode: Clock 1 affects clock 2. Clock 2 affects 7. Clock 3 affects 6 & 9. Clock 4 affects 7. Clock 7 affects 9. Clock 8 affects 1 & 3. Clocks 6 & 9 do not affect any other clocks.
This is a timed puzzle.


Junior game - Turn a clock until 3 is encircled. Turn  # 8, 1, 4, 7, 9, 6 .
Turn clock 8 until 3 is encircled.
Turn clock 1 until 3 is encircled.
Turn clock 4 until 3 is encircled.
Turn clock 7 until 3 is encircled.
Turn clock 9 until 3 is encircled.
Turn clock 6 until 3 is encircled.
Senior game - Turn a clock until 3 is encircled. Turn # 8, 7, 4, 1, 4, 7, 9, 6.
Turn clock 8 until 3 is encircled.
Turn clock 7 until 3 is encircled.
Turn clock 4 until 3 is encircled.
Turn clock 1 until 3 is encircled.
Turn clock 4 until 3 is encircled.
Turn clock 7 until 3 is encircled.
Turn clock 9 until 3 is encircled.
Turn clock 6 until 3 is encircled.
Secret passage - See a spider. Take a picture of the spider using the camera borrowed from Dieter.
Camera - Take the camera from inventory and click it on the spider. Press the top button and then center the spider inside the frame. Click and the picture is taken. Pull back from the camera page showing the last picture taken. You can delete pictures taken.
Nut metal door - Go forward until a metal door with etched nut is seen on the wall.
Click to open the door and see a number lock. Under the lock is a sentence which translates to 'the year our despair ended and the year my despair began.'
Based on Noisette's obituary, the Cross of Lorraine and some information gathered from Lynn; the war ended in 1945. Enter 1945. The door opens.
Take the red book with the same nut and an N on the cover. Read the book.
See a picture of M380 with a code under the picture. Click on the picture and Nancy will make a comment that it is similar to the paint covered gears in Minette's workroom. Take the graph paper.
Turn the page. Read the letter seen. Take note of the tips:
1. Set the 3 dials in correct position before decoding or encoding a message. Then type in the message.
2. Never use the enter or return key.
3. Ignore punctuation and spaces.
4. A circle with a slash is zero.
The letter also mentions the use of Metro system's line or stop numbers for a code. The date shift ciphers usage is also mentioned. Take note of 3 red asterisks on the letter and the same red pen is used on the M380 writing on the book.
Port Neuf - Square Du Vert Galant:    Go to Marchand. Buy the Code book for 8 Euros. Read the book and take special note of the date shift cipher and dot cipher. Ask him about the decoder. He will trade it for a bottle of Mouton Fouette 1968. Go to Monique and buy the French-English Dictionary for the 23 Euros.
Stock pictures - Use the dictionary to find out what pictures Dieter wants: stapler, spider, candle, skull, cross and teapot. We already have a picture of the spider in the secret passage.
Take a picture of the Cross of Lorraine close to the exit of the park.
Abbesses:    Use the phone and call Zu. He is a big fan of Jing Jing. Before he would help you, Zu wants an autograph of JJ that states: Zu my love Jing. The autograph is to be placed in the skull at the catacombs of Magdeleine Cemetery. Call Hugo Butterly. This call can be done in JJ's place also.
Talk to Heather and give her the parrot. Take a picture of the stapler on your desk. Talk to Minette in her work room. Take a picture of the teapot. It's your choice to tell on Heather or not. If you do tell on Heather, later in the game; Heather will call you about it.
Hotel de Ville - Jean Michel Traquenard:    Remember Nancy's comment that the dials on the M380 decoder is like the dials on the gears at Minette's work room and that Minette's picture on the magazine under the dress form is cut off. Talk to Jean Michel. A trade is done. You have to make parfait.
Parfait preparation - Study what are the different ice creams or fruits on the counter.
Look at the picture of the parfait in the booklet. By its color and looks, identify each layer and then add those ingredients to the parfait glass.
Click on an ingredient and then click it on the layer that its should go on the parfait glass. The topping is not necessary; it is automatically added.
You can discard a wrongly prepared parfait by clicking it on the trash.
Ring the bell when done. If wrong, you have to make one more.

Aixois:     Whipped Cream, strawberry ice cream, caramel, banana, caramel.
L'Enfer:    Chocolate, whipped cream, chocolate, whipped cream, berries.
Tropical:    Bananas, tapioca beads, berries, strawberry ice cream, chocolate.
Corbeau:    Chocolate, caramel, bananas, caramel, chocolate.
Mystique:    Tapioca beads, berries, bananas, whipped cream, tapioca beads.
Fantasie:    Berries, vanilla, tapioca, strawberry ice cream, whipped cream.
Loulou:    Banana, caramel, banana, caramel, banana.
Jean Michel shows the picture of Minette and the gears. Note that the gears have arrows pointing  to (L-R): IX, V and III.
Place Monge - Jing Jing Ling:    Talk to JJ about Zu and autograph. If you talked to Jean Mi about JJ, you can ask about being tricked to fit for Minette.
Play hangman - Ask her about the rules. Guess a word that she is thinking of. There are lines at the bottom of the page that shows how many letters there are in the word. Guess (click) on a letter and she will write down the letters on the side of the page.
If a correct letter is selected, it will be placed on the line below the page.
If wrong letter is selected, a part of the hangman is drawn. You lose if the hangman's picture is completed before getting the word.
Get her autograph - Play hangman with JJ and select the letters: Z U M Y L O V E J I N G.
Nancy will tear off the written autograph part of the paper.
Denfert Rochereau:    Take the metro to the catacombs. Go forward and see the skull. Take a picture of the candle and the skull. Place the autograph on one of the eye socket.
Abbesses or at Jing Jing's place:    Call Zu. He says that the metal door etching and the cover of the book is a hazelnut - Noisette. He saw a door with that marking at the catacombs but you will need a wetsuit to get there. It is waterlogged under the Mouton Beverage Company. Mouton... Hmm...
Rue du Bac - Dieter von Schwesterkrank:    Talk to Dieter. He gives a postcard owned by his great uncle. It shows 4 keyholes or key places: catacomb, Moulin (windmill), the Cross of Lorraine and the secret passage through the small clock here at Dieter's. Each corner has the hazelnut picture. We've seen the one here at the secret passage. Let's check the one at the Cross of Lorraine.
Eyes, graph and codes - The other side of the postcard has columns and rows of colored eyes. Read the dot cipher coding in page 11 - 12 of the code book.
Also check the date shift cipher.
Look at the postcard with eyes in inventory, then place the graph paper from book taken from the secret passage over the eyes. See that the eyes fit under certain letters or number.
Remember what the researcher, Lynn Manrique said - that Noisette's last words were red left... green.
From left to right, click on all red eyes looking left and all green eyes.
Words are formed at the bottom - Sous Lorraine 4154.

Port Neuf - Square Du Vert Galant:   
Cross of Lorraine - Look close at the cross. Nancy will say 'bet those numbers are movable'. Click on 4 1 5 4.
See the picture of the mouths, the windmill and the fish; the 3 statues here at the park. Take note of the characteristics of the mouths, the color of the windmill and the eye of the fish.
Mouth Statue - Go to the mouth statue left of Marchand.
Turn the handle on the right to arrange the mouths to be similar to that seen on the secret compartment of the cross.
The yellow is slightly open; the blue is open and the red is wide open.
Turn the handle on the right 10 times to get: top - EEEEE, Middle - Ahhhh and bottom - OOOOO.
Windmill - Turn the handle on the right to get the purple petal to be on top. Turn around and hear a squirrel move the handle.
Click left of the windmill statue and Nancy will make a comment about placing a stake, then a string and then something to make a noise.
Go to Malika by the cross and buy string for 3 euros and stake for 10 Euros.
Go to Monique and buy the flashlight for 3 Euros.
Go to Marchand and buy the pie tin for 1 Euro and the wetsuit for 31 Euros.
Go back to the windmill statue and place the stake on the left side. Attach the string and then the pie tin.
Turn the handle 6xs to get the purple petal to be on top.
Fish - Go to the fish water fountain beside the cross. Press the red button of the water fountain. See the fish's eye light up and the grate opens.
Underground tunnel - Go down the ladder. Go forward until a hazelnut chest. Open the chest and take the key.
Denfert Rochereau:    Go forward to the skull. Open the skull and press the red button. A passage opens on the right. Enter the passage and see the tunnels.
Travel the tunnel - If you hear the tunnel police, go back to any side alcove. Wait until you don't hear them anymore.
Go forward and see the sewer. Do not cross this plank. Turn right and use the next plank to cross to the other side. Turn left and enter the first alcove. Go forward and see the water. Enter the water and automatically wear the wetsuit.
Water maze - The bottom bar shows how much time Nancy has left before she needs to rise to an air pocket to breathe.
Wine bottle - Go forward to the #2 area. Dive down. 2F, R, diagonal R, enter tunnel, F, R and see fan and bottle. Take bottle.
Now return to the jump point place by going the reverse direction. Turn around, F, L, F, F, diagonal R, F to tunnel, F, F. Breathe!
Hazelnut box - Turn around and go forward to the #2 area. Dive down. 5F, R, F, L, 2F, R, F, L, 2F, R, F, L, 4F, L, 2F, R, F.
Hazelnut box lock - Climb the ladder and forward to the hazelnut marked door. Open it to see the words written there.
Take note of the colored words: gray Europe, pink Pont Neuf, blue Blanche and purple Chateau Rouge.
Remember the tips in the letter found inside the M380 book. One of the tips is about the usage of metro stops as codes.
Europe is a metro line 3 stop; Pont Neuf is a metro line 7 stop; Blanche is a metro line 2 stop and Chateau Rouge is a metro line 4 stop.
Enter the numbers 3 7 2 4 on the lock. Take the propeller type key.

Go down the ladder and go back to the landing at the catacombs. Dive down, L, 2F, R, 4F, R, F, L, 2F, R, F, L, 2F, R, F, L, 5F.
Go forward to the landing and take the clothes on the floor. Rat! The rat might or might not take the decoder book.
Let's get out of here. Go forward, right to the plank, cross the plank and forward until daylight.
If the Day ends:     The next day read the newspaper about Gunther and Ernst Schmeck, formerly East German Secret Police accused of smuggling.
Port Neuf - Square Du Vert Galant:    Go to Marchand. Trade the wine bottle for the decoder.
Abbesses:    Go to the office. Go to Minette's door and see a bomb that is attached to her door. It will set off when the door is opened. Minette is back there and is getting antsy about what Nancy is doing.
Paint bomb - Open the bomb door and see connectors that have color and shapes.
The paper on the door shows the correct sequences to be done: similar shapes or similar colors. Different colors and different shapes sequences are wrong.
Arrange the connectors to connect by similar shapes or color. This is a timed puzzle.
Click on a connector and then click it on the one you want to replace or the place you want to put it on.
Decoder:    Now that we have the decoder, it is time to decode the M380 code.
Look close at the decoder in inventory. Open the bottom cover and see 3 dials.
Turn the dials to the numbers seen on the big gears in Minette's picture shown by Jean Michel - IX V III on the 3 dials.
Click to go up to a close up of the paper.
Then type in the code taken from the M380 book using your computer's keyboard. Remember the hints from the letter, no spaces or return key and that circle with a slash is zero.
Type:    XTI0SMKPQQLNOREZA7LXTI0SMKPQQLNOR3AS7LXTI0SMK3A or check the book. Be careful of the zeros 0 and the O difference.

The decoded words are: Rouge Blanc Rouge Bleu Rouge. Check page 4 of the dictionary and see that it translated to: red, white, red, blue, red.
Windmill (Moulin):     Now for the fourth key place seen on Han's postcard.
Enter the workshop and look at the central post in the room. Check right of the blue barrel. Place the propeller key on the central post.
Windmill lock - See 5 black bars. Change the colors of the bar using the colors decoded from the M380 code (top to bottom): red, white, red, blue, red.
The windmill turns.
Noisette's secret:    Go down the trap door and forward until the door. Use the key taken from the hazelnut chest under the fish fountain at the park.
Enter and see what Noisette has taken during the war.
Go forward to the stand and take the letter under the glass cover. Read what Noisette wrote. How sad! 3 Roman numerals are seen under her initials: X IV III.
Put down the glass cover of the stand and the trap bars are triggered.
Lock door - Open the door and see words inscribed on the plate with lines underneath.
Check pages 8, 9 and 10 of  the decoder book. Review the date shift cipher.
Code the words - Using a set of numbers, shift the alphabet to the right. For example if one of the number is 2 and the alphabet to be decoded is C; it will shift to the right 2 places to make C to an E.
The set of numbers used to shift the letters here is taken from the M380. Use 380 as the shift number.


U
N
E
D
E
R
N
I
E
R
E
E
N
I
G
M
E
C
H
E
R
A
M
I
3
8
0
3
8
0
3
8
0
3
8
0
3
8
0
3
8
0
3
8
0
3
8
0
X
V
E
G
M
R
Q
Q
E
U
M
E
Q
Q
G
P
M
C
K
M
R
D
U
I
Decode the new letters using the decoder.
Enter the 3 Roman numerals under Noisette's initials in the letter. X IV III.
Click up to the paper and type in the coded bold letters seen at the bottom row above.
The decoded words are DEUX.............UN.CINQ..SE.PT
Translate using the dictionary to 2 1 5 7. Enter that number on the door.
End sequence:    Go forward and hear the conspirators. Go up the trap door and take the First lady's dress. Caught! Be ready to block.
Listen to the shouts that precede the punches. A certain shout identifies the location of the punches.

FINI

Watch for Nancy Drew 15: The Creature of Kapu Cave.

This document may not be distributed without express written permission of the author and the content may not be altered in any way.
For Questions or Comments on this Walkthrough,
Please write to:
MaGtRo
Copyright © 7/200MaGtRo

Itu semua saya copy dengan sedikit mengubah ukuran gambar dari www.gamesover.com.
ini situsnya:
http://www.gamesover.com/Nancy14/Nancy_Drew_Danger.htm

Sebaiknya, lihat walktrough saat kalian sudah bener-bener mentok.
kalo masih bisa sendiri, usahakan sendiri.
kepuasannya beda....

Nah, terima kasih sudah mampir (>.<)//

Pages